BambangNoorsena.com

Selamat Datang di Situs Bambang Noorsena Center.

Masjid Qubah Al-Shakrah)
Bambang Noorsena (lahir di Ponorogo, 31 Maret 1964; umur 54 tahun) adalah pendiri Institute for Syriac Culture Studies(ISCS). Sejak akhir 1997, setelah mempelajari dari dekat gereja-gereja Arab di beberapa negara di Timur Tengah, ia menawarkan kekristenan Syria sebagai wacana dalam menembus "kebuntuan dialog teologis Kristen-Islam".
Continue Reading
Text to Speech
)

St. Demetrius I (Arab: البابا ديمتري الأول “Albaba Dimitri al-Awwal”), adalah Patriarkh Gereja Alexandria dan penerus yang ke-12 dari takhta suci Rasul Markus, wafat pada tahun 232. Sedangkan St. Nikolas dari Myra (yang lebih populer dikenal Santo Nikolas) seorang Uskup yang terkenal dermawan, dan salah satu dari 318 peserta konsili ekumenis di Nikea tahun 325. Konsili ekumenis (المجمع المسكونيه “al-Majma' al-Maskuniyyah” ) pertama ini, selain dengan tegas merumuskan posisi Kristus sebagai Putra (Firman) Allah “dilahirkan tidak diciptakan” ( genitum non factum), juga mengakhiri kontroversi mengenai perayaan Paskah.

on Youtube

Continue Reading
Text to Speech
)

Catatan Injil ini sering dipertanyakan dalam kaitan dengan perayaan Natal: “Di daerah-daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (Luk. 2:8). Kalau kalender liturgis gereja diterima, Yesus lahir pada 25 Desember (kalender Gregorian yang dipakai gereja Katolik dan Protestan) atau pada 7 Januari (kalender Yulian yang digunakan gereja-gereja Timur), mungkinkah ada kawanan domba yang digembalakan di padang pada waktu malam di musim dingin?

on Youtube

Continue Reading
Text to Speech
)

Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, bertebaran berita seputar haramnya mengucapkan selamat Natal. Selain didasarkan atas penilaian teologis sepihak yang sama sekali tidak mencerminkan keyakinan Kristiani tentang Yesus, mulai keilahian-Nya sebagai Kalimatullah (Firman Allah) dan kaitannya dengan ketritunggalan Allah yang esa (Yohanes 1:1, Matius 28:19; Markus 12:29), kini dibumbui dengan mitos-mitos anti-Natal yang ironisnya justru mula-mula dikembangkan oleh orang Kristen sendiri di Eropa sejak abad-abad modern.

 

on Youtube

Continue Reading
Text to Speech

Dalam Injil Matius dan Markus, yang menekankan munculnya para mesias-mesias palsu dan nabi-nabi pendusta dijelaskan ciri-cirinya yang meniru karya Yesus Sang Mesias, yaitu mengadakan tanda-tanda dahsyat dan mukjizat demi menyesatkan kaum pilihan. Allah mengizinkan itu terjadi sampai nanti penghukuman terakhir Iblis bersama dajjal-dajjal dan nabi-nabi palsu pada waktu kedatangan Kristus kedua kali sebagai Hakim yang Adil (Mat.25:32-33; Yoh. 5:27; Kis. 7:31).

Continue Reading
Text to Speech

Istilah Dajjal sangat dikenal dalam kaitannya dengan eskatologi atau pembahasan tentang akhir zaman. Ironisnya, istilah ini asing di telinga orang Kristen di Indonesia, sebaliknya lebih diakrabi umat Islam, karena tercantum dalam hadits-hadits yang meriwayatkan akan turunnya Isa Putra Maryam pada akhir zaman. Juga dalam kepustakaan Jawa pasca-Islam, sosiook Dajjal ini sangat populer di telinga orang Jawa karena tercantum dalam sejumlah naskah Jangka Jayabaya. (Tulisan Pertama dari Dua Tulisan*)

Continue Reading
Text to Speech
)

Sejarah Garuda Pancasila menarik untuk kita telusuri, bukan hanya dari proses penetapannya secara yuridis sebagai lambang negara, tetapi juga akar filosofis dan makna religiusitasnya. Garuda Pancasila, pada lehernya bergantung rantai perisai menyerupai jantung dengan kepala menoleh ke kanan, dan kakinya mencengkeram pita putih yang bertuliskan sesanti "Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda tetapi Satu). Apakah sebenarnya maknanya yang lebih mendalam bagi kita? (Tulisan terakhir dari Tiga Tulisan).

Continue Reading
Text to Speech
)

Selain dari bahasa Yunani sebagai bahasa asli Perjanjian Baru dan bahasa konsili-konsili gereja awal, Abū Qurrah banyak menerjemahkan term-term teologis dari bahasa Syriac/Aramaik ke dalam bahasa Arab untuk menjelaskan Trinitas (الثالوث المقدس "al-Tsālūt Al-Muqaddas"), Inkarnasi Firman (تجسد الكلمة "Tajjasud al-Kalimah") dan seputar ibadah Kristiani, kemudian menjelaskannya dalam rangka dialog teologis dengan Islam.

Continue Reading
Text to Speech
)

Secara etimologis, kata "Pancasila" berasal dari bahasa Jawa kuno, yang sebelumnya diserap dari bahasa Sanskerta dan Pali, yang artinya "sendi dasar yang lima" atau "lima dasar yang kokoh". Mula-mula kata "sila" dipakai sebagai dasar kesusilaan atau landasan moral Buddhisme, yang memuat lima larangan. (Artikel dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2018)

Continue Reading
Text to Speech
)

Beberapa waktu yang lalu, Eggi Sudjana di depan sidang Mahkamah Konstitusi, berkata bahwa hanya Islam yang memiliki konsep Ketuhanan Yang Maha Esa, menuai kontroversi. Konsekuensi dari pernyataannya itu, maka semua agama non-Islam harus dibubarkan apabila Perpu ormas Nomor 2 tahun 2017 disahkan, karena pada hematnya tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila. Pernyataan di atas jelas-jelas merupakan upaya pembelokan makna Ketuhanan Yang maha Esa, seperti yang tercantum dalam dokumen pidato Bung Karno, “Lahirnya Pancasila”, 1 Juni 1945, yang kemudian dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Continue Reading
Text to Speech

Connect with Us

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : (Menyusul)

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK