BambangNoorsena.com

Selamat Datang di Situs Bambang Noorsena Center.

)

(Catatan Kecil untuk Ustadz Abdul Somad)

Beberapa hari terakhir ini viral di media sosial ceramah Ustadz Abdul Somad tentang Salib dan Jin kafir. Beragam reaksi muncul, baik dari kalangan Kristiani maupun Muslim. Ada yang yang marah dengan sekedar menulis puisi, bahkan ada yang menuntutnya secara hukum. Sebagian besar prihatin dan menyayangkan pernyataan ustadz lulusan Timur Tengah itu. Sebagai seorang pengikut Kristus, saya tidak mau ikut-ikutan marah. Saya berkata sejujurnya, karena apa yang saya bayangkan dari Somad adalah keterusterangan dalam mengungkapkan keyakinannya. Memang, dalam setiap agama itu ada penghayatan yang di mata orang lain, bahkan yang seagama dengannya, dianggap kelewat fanatik, sehingga tidak peka dengan nilai yang dijunjung tinggi oleh orang lain di sekelilingnya.

Bagi saya, Somad adalah (...)

Continue Reading
Text to Speech
Text to Speech
)

Dalam berbagai publikasi mereka di Indonesia akhir-akhir ini, kaum Unitarian menyebut diri “Kristen Tauhid.” Maksudnya mudah ditebak, dengan menolak ajaran keilahian Yesus dan ketritunggalan Allah, mereka merasa diri “memurnikan keesaan Allah.” Bagi orang Kristen awam, kampanye “anti-Trinitas” mereka, mungkin saja bisa membingungkan. Malahan, ada yang merasa diri menjadi pembela Trinitas, meskipun hanya meladeninya dengan “perang ayat-ayat Alkitab.” Tidak ada kajian teologis metafisik di sana, misalnya apa makna yang dimaksud bapa-bapa gereja kuno mengenai kata “persona” (Latin), ὑπόστασις "hypostasis” (Yunani), ܩܢܘܡܐ “Qnoma” (Aramaik), dan bagaimana perubahan makna kata itu dalam era modern.

Memahami term-term teologis ini mutlak penting, sebab dari tulisan-tulisan kaum Unitarian, sejak para pendirinya sendiri, seperti Michael Servetus (1511-1553), Francis David (1510-1578), John Biddle. (1615-1672) hingga kaum Unitarian di Indonesia, memahami kata “persona” itu dalam makna pribadi secara psikologis, padahal yang dimaksudkan oleh bapa-bapa gereja kuno adalah “persona” secara metafisik (Yunani: μετά "meta" = "di balik", dan φύσικα "phúsika" = "fisik, yang kelihatan"), mengatasi aspek ruang dan waktu.

Continue Reading
Text to Speech
)

Salam nasional ini sekarang sangat jarang kita dengar dalam interaksi sosial kita sehari-hari, bahkan dalam acara-acara resmi kenegaraan sekalipun. Pekik salam nasional "merdeka" ini, sekarang malah diidentikkan dengan salam partai-partai-politik nasionalis tertentu, khususnya PDI Perjuangan.

Bagaimana asal-usul pekik salam nasional kita "Merdeka"? Apakah makna filosofis yang terkandung didalamnya? Mengapa salam nasional itu sejak zaman Orde Baru tidak populer lagi? Dengan memahami asal-usul, kedudukan yuridis, dan makna filosofis dari salam itu, kita akan memahami relevansinya dalam kehidupan kebangsaan kita.

Continue Reading
Text to Speech
)

Ada kesan kuat saya, bahwa penulis novel ini, sekalipun lama tinggal di Mesir, namun tidak mengetahui budaya dan tradisi Kristen Koptik. Misalnya, penggambaran Maria yang tertarik dengan Al-Qur’an karena ayat-ayat­nya di-“tilawat”-kan dengan indah. Padahal tradisi untuk membaca Kitab Suci dengan tartil bukan hanya tradisi Islam, melainkan tradisi Timur Tengah (baik Yahudi maupun Kristen Timur) jauh sebelum lahirnya Islam. Sampai hari ini, gereja-gereja Timur (baik gereja-gereja Ortodoks maupun gereja-gereja Katolik ritus Timur) membaca Kitab Suci dengan cara yang tidak jauh berbeda.

Simbol salib hanya ditonjolkan untuk mengisi latar belakang Koptik keluarga Maria, tetapi tradisi Koptik sama sekali tidak dipahaminya. Misalnya; Madamme Girgis digambarkan berdoa dengan melipat ke­dua tangan, padahal orang-orang Kristen di Timur Tengah berdoa dengan cara menengadahkan tangan, sama dengan Islam. Bedanya, dalam Islam diawali dengan ru­musan Basmalah: سْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
"Bismillāh ar-raḥmān ar-raḥīm' (Dengan Nama Allah Yang Pengasih dan Penyayang), sedangkan di gereja-gereja berbahasa Arab diawali: بِاسْمِ الآبِ وَالاِبْنِ وَالرُّوحِ الْقُدُسِ, الإلهِ الْوَاحِد, امين "Bism al-Abi wa al-Ibni wa ar-Rūḥ al-Qudus, Al-Ilāh al-Wāḥid, Amin" (Dengan Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Allah Yang Maha Esa, Amin).

Continue Reading
Text to Speech

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : INFO ZIARAH

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK