BambangNoorsena.com

Selamat Datang di Situs Bambang Noorsena Center.

)

Dalam perspektif Kristiani, Isa adalah Firman Allah (Kalimatullah) yang menjadi manusia (Yoh. 1:1; 1 Yoh. 1:1). Dalam sosok Sang Juru Selamat itu, kerinduan manusia untuk bersatu dengan Allah mendapatkan kepastian keselamatan kekal. Salah satu ungkapan menarik Mar Ignatius dari Antiokia (29-107 M) adalah sebutan Sang Kristus sebagai "Sang Manunggaling Kawula Gusti" (Yunani: εν ανθρωπω θεος, "En Anthropo-Theos"). Demikianlah Mar Ignatius merumuskan Kodrat ganda "Ilahi-Insani" Kanjeng Gusti Al-Masih, Kalimatullah yang menjadi Manusia:

"... σαρκικος και πνευματικος, γεννητος και αγεννητος, εν ανθρωπω θεος, εν θανατω ζωη αληθινη, και εκ Μαριας και εκ θεου, πρωτον παθητος και τοτε απαθης, Ιησους Χριστος ο κυριος ημων. "...sarkikos kai pneumatikos, gennetos kai agennetos, en thanató zóe alethion, kai ex Marias kai ex theou, próton pathetos kai tote apathes, Iesous Khristos ho Kurios hemón". Artinya: (....)

Continue Reading
Text to Speech

SEKITAR 400 peserta suntuk menyimak uraian para narasumber dalam kegiatan bertajuk Trialog Hindu-Kristen-Islam “Bhinneka Tunggal Ika: Teologi Kerukunan Dalam Bingkai Keindonesiaan. Para narasumber I Wayan Suraba, SH, M.Pd.H (Ketua Parisadha Hindu Dharma Surabaya),Dr.Bambang Noorsena (Pendiri Institute for Syriac Culture Studies), Prof. Sumanto Al-Qurtuby, Ph.D (Pengajar di King Fahd University of Petroleum and Minirals, Saudi Arabia). Dan Pdt.Chrysta B.P. Andrea (Majelis Agung GKJW) sebagai Moderator.
Diskusi berkisar tentang gagasan untuk mengembangkan teologi kerukunan, dalam rangka menjawab kecenderungan sektarian diantara masyarakat.
Paparan I Wayan Suraba, SH, M.Pd.H bertajuk Bhinneka Tunggal Ika: Dari Zaman Majapahit Hingga NKRI. Menggali sejarah munculnya seloka Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular dari masa keemasan Majapahit. Seloka ini telah menginspirasi para founding fathers karena dapat mewakili kemajukan Indonesia. Seloka Bhinneka Tunggal Ika yang pada zaman Majapahit mengungkapkan kesatuan transendental aliran Siwa-Buddha, oleh para bapa bangsa dimaknai secara lebih luas untuk membingkai warisan keberagaman masyarakat Indonesia , baik dalam suku bangsa , budaya, adat istiadat, agama dan kompleksitas lainnya.

Continue Reading
Text to Speech
)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kaum Unitarian menerjemahkan akhir ayat Yoh. 1:1 καὶ Θεὸς ἦν ὁ Λόγος “kai ho theos en ho logos”, persis sama dengan Saksi-saksi Yehuwa (SSY) : “... and the Word was a god” (NW). Dalam logika mereka, Yesus sebagai Firman bukanlah Allah, tetapi “a god” (suatu ilah). Jadi, Yesus adalah “allah kedua” yang berbeda dengan Allah Yang Maha Esa, dan karena itu berada di luar Allah, atau tidak sehakikat dengan Allah dalam Dzat-Nya Yang Esa.

Selanjutnya, marilah kita masuk dalam kajian linguistik, khususnya ditinjau dari kasus pemakaian bahasa Arab di mana kata “ilah”, “al-ilah” dan “Allah” itu berasal. Karena kaum Unitarian di Indonesia mengaku diri “Kristen Tauhid”, maka mau tidak mau kita akan masuk dalam konteks hubungan Kristen-Islam. Dalam pembahasan ini saya akan banyak mengutip Alkitab dalam terjemahan bahasa Arab, dan sumber-sumber literatur Kristen Timur Tengah. Perlu ditegaskan, kita tidak mungkin menyebut adanya suatu ilah lain selain Allah, tanpa mencederai keesaan-Nya. Keyakinan yang lazim disebut syrik atau mempersekutukan Allah.

Continue Reading
Text to Speech

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : INFO ZIARAH

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK