Kebangsaan

Text to Speech

Berisi artikel-artikel mengenai Kebangsaan milik Dr. Bambang Noorsena.

)
 Read More
)

Salam nasional ini sekarang sangat jarang kita dengar dalam interaksi sosial kita sehari-hari, bahkan dalam acara-acara resmi kenegaraan sekalipun. Pekik salam nasional "merdeka" ini, sekarang malah diidentikkan dengan salam partai-partai-politik nasionalis tertentu, khususnya PDI Perjuangan.

Bagaimana asal-usul pekik salam nasional kita "Merdeka"? Apakah makna filosofis yang terkandung didalamnya? Mengapa salam nasional itu sejak zaman Orde Baru tidak populer lagi? Dengan memahami asal-usul, kedudukan yuridis, dan makna filosofis dari salam itu, kita akan memahami relevansinya dalam kehidupan kebangsaan kita.

 Read More
)

Malang: Wakil Presiden (Wapres) M. Jusuf Kalla (JK) hadir dalam Festival Kebangsaan yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/4/2019). Dalam kesempatan itu, orang nomor dua di Indonesia ini menyampaikan beberapa pokok pemikiran penting. JK menekankan perbedaan term bangsa dan negara. "Negara ada batasnya namun bangsa tidak", tegas Wapres. Dimana letak kelebihan kita?

 Read More
)
(Suatu Refleksi Menyambut Pilpres 2019)
Kota suci Yerusalem dikuasai Muslim sejak Khalifah Umar bin Khattab, yang mengirim pasukannya di bawah pimpinan Khalid bin Walid dan Amr bin Ash. Ekspedisi militer yang dikenal dengan perang Yarmuk ini merupakan pukulan maut bagi Bizantium. Sejak saat itu sejumlah kota jatuh ke tangan Muslim, satu demi satu. Setelah Damascus, Syria, disusul kemudian dengan kota suci Yerusalem pada tahun 637 M.
 Read More


Kalau kamu diam, golput atau egois mengejar diskon tiket liburan ke luar negeri dan meninggalkan bilik suaramu, bisa jadi ketika kamu pulang liburan nanti, jangan-jangan merah putih tidak berkibar lagi, digantikan bendara hitam yang menyeramkan. Seperti Arjuna yang sudah diwejang Krisna berhasil mengatasi "ewuh pakewuh"-nya karena harus melawan guru dan saudara-saudaranya, seperti Bung Karno yang akhirnya berhasil melewati romantisme pertemanannya dengan Kartosoewirjo demi tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan keselamatan rakyatnya, maka tegas berkata "No!" kepada ideologi Khilafah yang anti-Pancasila ialah panggilan suci dari Ibu Pertiwi itu sendiri.

Dalam gejolak jiwa yang mungkin sama, saya memohon tuntunan Ilahi agar mampu bersikap senetral mungkin, menghindari kutub-kutub pilihan politik praktis. Namun akhirnya saya harus berpihak, yaitu berpihak kepada akal sehat: "Jangan memilih yang berteman dengan kaum teroris!" Mengapa? Kebaikan apapun yang kamu dambakan dari mereka yang tidak bisa menghormati ibumu sendiri, mustahil kamu akan mendapatkannya".

Bagaimana kita mendamba rahmat dari mereka yang menganggap semua pihak yang berbeda adalah kaum kafir? "In the world of the mind", di kota suci Yerusalem, tatkala saya bermazmur dalam iringan kecapi Nabi Daud, kudengar ucap Raja Israel itu dalam keluh: אֲ‍ֽנִי־ שָׁ֭לוֹם וְכִ֣י אֲדַבֵּ֑ר הֵ֝֗מָּה לַמִּלְחָמָֽה "Anī shalom we kī adabber ḥemmah lamilḥamah" (Maz. 120:7 "Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang!"). Semoga kita cerdas membaca tanda-tanda zaman.

 Read More
)

Sejarah Garuda Pancasila menarik untuk kita telusuri, bukan hanya dari proses penetapannya secara yuridis sebagai lambang negara, tetapi juga akar filosofis dan makna religiusitasnya. Garuda Pancasila, pada lehernya bergantung rantai perisai menyerupai jantung dengan kepala menoleh ke kanan, dan kakinya mencengkeram pita putih yang bertuliskan sesanti "Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda tetapi Satu). Apakah sebenarnya maknanya yang lebih mendalam bagi kita? (Tulisan terakhir dari Tiga Tulisan).

 Read More
)

Secara etimologis, kata "Pancasila" berasal dari bahasa Jawa kuno, yang sebelumnya diserap dari bahasa Sanskerta dan Pali, yang artinya "sendi dasar yang lima" atau "lima dasar yang kokoh". Mula-mula kata "sila" dipakai sebagai dasar kesusilaan atau landasan moral Buddhisme, yang memuat lima larangan. (Artikel dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2018)

 Read More

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : INFO ZIARAH

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK