BambangNoorsena.com

)

Sejarah Garuda Pancasila menarik untuk kita telusuri, bukan hanya dari proses penetapannya secara yuridis sebagai lambang negara, tetapi juga akar filosofis dan makna religiusitasnya. Garuda Pancasila, pada lehernya bergantung rantai perisai menyerupai jantung dengan kepala menoleh ke kanan, dan kakinya mencengkeram pita putih yang bertuliskan sesanti "Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda tetapi Satu). Apakah sebenarnya maknanya yang lebih mendalam bagi kita? (Tulisan terakhir dari Tiga Tulisan).

Continue Reading
Text to Speech
)

Selain dari bahasa Yunani sebagai bahasa asli Perjanjian Baru dan bahasa konsili-konsili gereja awal, Abū Qurrah banyak menerjemahkan term-term teologis dari bahasa Syriac/Aramaik ke dalam bahasa Arab untuk menjelaskan Trinitas (الثالوث المقدس "al-Tsālūt Al-Muqaddas"), Inkarnasi Firman (تجسد الكلمة "Tajjasud al-Kalimah") dan seputar ibadah Kristiani, kemudian menjelaskannya dalam rangka dialog teologis dengan Islam.

Continue Reading
Text to Speech
)

Secara etimologis, kata "Pancasila" berasal dari bahasa Jawa kuno, yang sebelumnya diserap dari bahasa Sanskerta dan Pali, yang artinya "sendi dasar yang lima" atau "lima dasar yang kokoh". Mula-mula kata "sila" dipakai sebagai dasar kesusilaan atau landasan moral Buddhisme, yang memuat lima larangan. (Artikel dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2018)

Continue Reading
Text to Speech
)

Beberapa waktu yang lalu, Eggi Sudjana di depan sidang Mahkamah Konstitusi, berkata bahwa hanya Islam yang memiliki konsep Ketuhanan Yang Maha Esa, menuai kontroversi. Konsekuensi dari pernyataannya itu, maka semua agama non-Islam harus dibubarkan apabila Perpu ormas Nomor 2 tahun 2017 disahkan, karena pada hematnya tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila. Pernyataan di atas jelas-jelas merupakan upaya pembelokan makna Ketuhanan Yang maha Esa, seperti yang tercantum dalam dokumen pidato Bung Karno, “Lahirnya Pancasila”, 1 Juni 1945, yang kemudian dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Continue Reading
Text to Speech

Connect with Us

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : (Menyusul)

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK