BATU-BATU PUN BERCERITA: GARDEN TOMB BUKAN GOLGOTHA (Bagian 2)

Text to Speech


Et'patah, 15 Februari 2019


(Tulisan Kedua Arkheologi Tanah Suci+)

+) Artikel ini rewriting dari Bahan Kajian Refleksi Ziarah "Turkey-Holy Land Biblical Tours", tanggal 17 Desember 2017-3 Januari 2018.


2.4. GERBANG GENNAT: LETAK TAMAN YUSUF ARIMATEA

Lalu dimanakah letak taman Yusuf Arimatea, dengan "suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang" (Yoh. 19:41-42)? Informasi awal tentang batas akhir tembok pertama dengan tembok kedua yang dibangun oleh Herodes Agung ini, kita baca dari sejarawan Flavius Josephus, War 5:4,2 yang mencatat:

Τὸ δὲ δεύτερον τὴν υὲν ἀρχὴν ἀπὸ πύλης εϊvχεν, ἣν Γεννὰθ ἐκάλουν, τοῦ πρώτου τείχους οῦσαν, κυκλούμενον δὲ τὸ προσάρκτιον κλίμα μόνον ἀνῄει μέχρι τῆς Αντενίας.
"Tó dé déuteron tín uén arkhín apó pules einkhen, ín Gennáth ekáloun, toú prótou teíkhous oúsan, kukloúmenon dé tó prosárktion klíma mónon aníei mékhri tís Antenías" (Dan tembok kedua berawal dari gerbang yang mereka sebut Gennath dan masih termasuk tembok pertama, namun hanya melingkari bagian utara hingga sejauh benteng Antonia).

Dalam penggalian selanjutnya oleh arkheolog Avigad di sebelah selatan penambangan kuno, telah ditemukan dua baris bangunan batu yang saling tumpang tindih. Inilah "batas gerbang tembok pertama yang disebut oleh Yosephus", yaitu gerbang Γεννὰθ "Gennath" (berasal dari bahasa Aramaik גַּנתָּא "Genata", artinya "taman"). Setelah diadili di tempat pengadilan yang dikenal sebagai benteng Antonia (sekarang menjadi stasi 1 dan 2 طريق الآلام "Thariq Al-Alam", atau "Via Dolorosa"), Yesus kemudian diarak ke Golgota yang pada zaman itu terletak di luar kota, melewati tembok pertama dengan batas akhirnya gerbang Gennat, lalu melewati batas tembok kedua, yaitu Golgota yang terletak "di luar pintu gerbang" (Ibr. 13:12).

Selanjutnya, menurut Injil "karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedangkan kubur itu tidak jauh letaknya, mereka meletakkan mayat Yesus di situ" (Yoh. 19:42). Jarak taman milik Yusuf Arimatea dari Golgota, tempat penyaliban Yesus, tidak sampai 20 meter, karena pada batas terluar dari gerbang Gennat, setelah 20 meter telah ditemukan beberapa kuburan lain yang berasal dari masa sebelumnya. Pada tahun 2007 Dan Bahat, arkeolog dan profesor dari Universitas Bar-Ilan, telah menemukan enam kuburan dari abad pertama di sekitar Gereja Makam Suci, yang membuktikan tanpa ragu bahwa pada zaman Yesus Golgota terletak di luar kota.

Karena itu tidak ada dasar arkeologis untuk menolak lokasi tradisional Gereja Makam Kudus sebagai Golgota. Selanjutnya, karena dekatnya jarak tempat penyaliban dan taman milik Yusuf Arimatea, mereka dengan cepat dapat menurunkan jasad Yesus agar tidak menyalahi hukum Yahudi, karena hari itu adalah hari persiapan dan pada hari Sabat (yang mulai Jumat sore saat terbenamnya matahari), tidak boleh ada mayat-mayat yang tinggal tergantung pada hari besar itu (Yoh. 19:31).

2.5. JEJAK-JEJAK HISTORIS GOLGOTA

Semua bukti sejarah dan arkheologi yang telah diuraikan, menguatkan situs kuno Gereja Holy Sepulchre sebagai Golgota. Sebaliknya, tak ada bukti sejarah secuilpun yang mendukung Garden Tomb, kecuali bukitnya yang mirip tengkorak. Kalau pun Gordon's Calvary dimasukkan sebagai situs arkheologi, hal itu karena di sekitar tempat ini ditemukan gua-gua kuburan kuno dari kerajaan Yehuda, enam abad sebelum Kristus. Justru karena itu, Garden Tomb pasti bukan "kubur baru" milik Yusuf Arimatea, tempat Yesus pernah dimakamkan sebelum kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga (Mat. 28:6, Mrk.16:6, Luk. 24:5-6, Yoh. 20:11-18).

Sebaliknya, Gereja Makam kudus yang disebut juga كنيسة القيامة "Kanīsah al-Qiyāmah" (Gereja Kebangkitan Kristus) mempunyai jejak-jejak historis dari abad-abad awal Kekristenan, yang menjadi rujukan dan titik tolak kajian arkheologi masa-masa selanjutnya. Sejarah mencatat bahwa demi menuntaskan proyeknya membangun Alia Capitolina untuk menghapus Yerusalem dari peta dunia, pada tahun 135 Kaisar Hadrianus telah menempatkan patung-patung di atas Golgota, yang seabad sebelumnya sudah lazim diziarahi umat Kristen.

Untuk apa penempatan patung-patung di Golgota itu diilakukan? "Dari masa Hadrian sampai masa pemerintahan Konstantin", tulis St. Hieronimus (342-420), yang tinggal di Bethlehem tatkala menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Latin (Vulgata), "selama 180 tahun telah ditempatkan patung Jupiter diatas situs kebangkitan Yesus dan patung marmer Venus (Aphrodite) di atas batu karang salib. Patung-patung itu didirikan dan disembah oleh kaum pagan. Para penganiaya itu percaya bahwa mereka bisa menghapuskan iman tentang kebangkitan dan salib Kristus dari kita, apabila mereka bisa menajiskan tempat-tempat suci kita dengan berhala-berhala mereka" (Freeman-Grenville, 1993:9-10).

Jadi, jelas sebelum Hadrian menempatkan patung-patung di tempat penyaliban Yesus, umat Kristiani sudah menganggap Golgota tersebut sebagai salah satu dari "tempat-tempat suci kita". Kurang dari 30 tahun setelah pembangunan Kuil Hadrian pada tahun 160, Melito dari Sardis (wafat 180 M), uskup yang terpengaruh di wilayah itu, telah menyebut lokasi Golgota yang dijadikan kuil Hadrianus itu "di tengah jalan, di tengah kota". Penggalian arkheologi telah menemukan sebuah grafiti dengan kalimat singkat bahasa Latin DOMINUS IVIMVS (Ya Tuhan, kami telah pergi), yang mungkin dituliskan oleh seorang peziarah Kristiani di dekat kuil pagan tersebut.

Penemuan ini mendukung pernyataan uskup Melito dari Sardis bahwa pada masa paling dini umat Kristiani telah mengidentifikasi Golgota pada zaman Kaisar Hadrian berada di tengah-tengah kota. Pada masa Kaisar Konstantin, Ratu Helena pada tahun 325 meruntuhkan patung-patung Jupiter dan Aphrodite, dan ketika membangun sebuah Katedral yang indah dengan batu karang yang di atasnya salib Kristus pernah terpancang, tampak kembali setelah dibersihkan dari sisa-sisa paganisme sebelumnya.

Selanjutnya, pada tahun 333 peziarah Bordeaux mengunjungi Golgota ketika pembangunan gereja masih berlangsung, dan pada saat melihat gundukan tempat penyaliban Yesus mirip sebuah bukit, maka Bordeaux menyebutnya "monticulus" (bukit kecil). "Di sebelah kiri", tulisnya, "terdapat monticulus (bukit kecil) di Golgota, tempat Yesus disalibkan. Di sana ada batu pembaringan (crypta) dimana tubuh Yesus pernah dibaringkan yang kemudian bangkit kembali pada hari ketiga. Di tempat itu, pada saat ini, atas perintah Kaisar Konstantin telah dibangun sebuah Basilika yang indah dan menakjubkan" (Dan Bahat, 1996:70).

Dokumdn The Traveler of Bordeaux ini sangat penting, karena berasal dari zaman yang sama dengan Kaisar Konstantin ketika pembangunan gereja bersejarah itu sedang berlangsung. Pada tahun 383 peziarah Egeria juga melaporkan dalam bukunya "Itinerarium Peregrinatio" (XXI, 1) juga mencatat: "...in ecclesia maiore, quam fecit Constantinus, quae ecclesia in Golgotha et post crucem" (Gereja yang lebih besar telah dibangun oleh Constantin, terletak di Golgota tempat penyaliban Yesus).

Satu abad kemudian ketika Gereja Makam Suci sudah berdiri megah, Rufinus dari Aquileia (345-410) mengunjunginya dan ketika melihat batu karang Golgota yang masih tampak di dekat altar, ia menyebutnya "batu karang Golgota". Semua bukti sejarah dan arkheologi yang telah diiraikan, jelas semakin menguatkan situs kuno "Ecclesia Sancti Sepulchri", כנסיית הקבר‎, "Knesiyat HaQever" atau The Church of The Holy Sepulchre sebagai Golgota, tempat penyaliban Yesus yang sebenarnya.

3. CATATAN PENUTUP

Sekarang hampir tidak ada lagi buku-buku tourisme di Israel yang menganggap Garden Tomb sebagai situs sejarah penyaliban Yesus. Bahkan buku-buku panduan rohani populer yang kini banyak dijual di Yerusalem, tidak memperhitungan Gordon's Calvary sebagai situs sejarah penyaliban Yesus, kecuali sebagai tempat ibadah yang nyaman atau sekedar untuk membayangkan "kubur kosong", yaitu bentuk kuburan zaman Yesus. Pada akhirnya, Gereja Anglikan juga tidak mengacu lagi kepada tenuan Gordon, karena nilai kesejarahan The Holy Sepulchre yang sulit terbantahkah lagi.

Gereja Lutheran, sebagai satu-satunya gereja Protestan yang beruntung karena masih kebagian kapling membangun gereja dekat situs Makam Suci, juga menyusul mengakui temuan arkheologi ini. Salah satu arkeolog yang membuktikan historisitas The Holy Sepulchre, yaitu Dr. Ute Lux, berasal dari Gereja Lutheran, yang bersama Kathleen Kenyon mengumumkan hasil penggalian arkheologisnya pada tahun 1967. Juga, Church of Christ, sebuah denominasi Protestan cukup besar di Amerika Serikat telah mendirikan gereja dekat Jaffa Gate, mengakui nilai historis Church of Holy Sepulchre.

Jadi, sebagian besar gereja Protestan di Tanah Suci mengakui gereja yang dibangun Ratu Helena itu sebagai Golgota. Sekarang ini kurang dari 20% saja kelompok Kristen, khususnya dari aliran "born again" yang tetap mempertahankan Gordon's Calvary, bukan karena alasan historis dan arkheologis, tetapi lebih karena bisikan subjektif dari "alam roh". "Kami tidak berani claim ini adalah Golgota", kata pemandu dari The Garden Tomb Association kepada setiap peziarah, seraya menunjukkan foto hitam putih Gordon's Calvary 100 tahun silam yang mirip tengkorak, "kami hanya claim Yesus sudah bangkit. Dia tidak ada lagi di sini". Tampaknya sangat rohani, sayangnya malas berfikir.

Jerusalem, 23 Desember 2017


Oleh : Dr. Bambang Noorsena
2019 © ISCS All Rights Reserved

Category:  Teologi

Connect with Us

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : (Menyusul)

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK