ET'PATAH JUMAT, 6 MARET 2020: LITURGI SALIB

Text to Speech
ET’PATAH ISCS
Jum'at, 6 Maret 2020
 
“THARIQ AL-ALAM”
طريق الالام
(DOA-DOA JALAN SALIB)
 
Oleh: DR. Bambang Noorsena
ET’PATAH ISCS
Jum'at, 6 Maret 2020
 
“THARIQ AL-ALAM”
طريق الالام
(DOA-DOA JALAN SALIB)
 
Oleh: DR. Bambang Noorsena
 
 
P: Pemimpin    J: Jemaah
 
Pemimpin (P) mengawali doa pembukaan, dan diakhiri dengan:
 
باسم الاب و الابن والروح القدس الإله الوحد، امين
Bismil Ab wa al Ibn wa al Ruh al-Quddus, al-llah al-Wahid, Amien
Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Allah yang Esa, Amien
 
 
 
DOA BAPA KAMI
الصلاة الربانية
(Ash-Shalat Ar-Rabbaniyyah)
 
أَبَانَا الَّذِي فِي السَّمَاوَاتِ لِيَتَقَدَّسِ اسْمُكَ.  Abana lladzi fi ssamawat, liyataqadas ismuka”.
لِيَأْتِ مَلَكُوتُكَ. لِتَكُنْ مَشِيئَتُكَ.  liya'ti malakutuka, litakunmasyi’atuka,
كَمَا فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ عَلَى الأَرْضِ  kamma fi ssama'i kadzalika 'alal ardh”.
خُبْزَنَا كَفَافَنَا أَعْطِنَا الْيَوْمَ.  “Khubzana kafafana a'dhinal yaum”
وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا.  Wagfirlana dzunubana
كَمَا نَغْفِرُ نَحْنُ أَيْضاً لِلْمُذْنِبِينَ إِلَيْنَا  kamma naghfirunahnu aidhan lil mudznibina ilaina”.
وَلاَ تُدْخِلْنَا فِي تَجْرِبَةٍ لَكِنْ نَجِّنَا مِنَ الشِّرِّيرِ.   “Wa la tudzkhilna fi tajribah, lakin najjina minasyisyir”.
   .لأَنَّ لَكَ الْمُلْكَ وَالْقُوَّةَ وَالْمَجْدَ إِلَى الأَبَدِ. آمِينَ.  “Liana lakal mulka wal quwwata wal majda ilal abad, Amin”
 
 
Stasi 1: YESUS DIHUKUM MATI
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J      :  Be erev Ha-Pesakh (waktu itu menjelang Paskah), demikian Talmud, Traktat Sanhedrin 43a mencatatnya. “Mereka telah menggantung Yeshua orang Nasaret, karena ia melakukan sihir dan menyesatkan bangsa Israel”.
 
P         Itu ucap mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Tempat ini adalah saksi bisu ketika Pilatus berkata “Apakah yang harus kuperbuat terhadap yang kamu sebut Raja Yahudi?”. Mereka berteriak: “Salibkanlah Dia!”. “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”, tanya Pilatus. Makin keras mereka berteriak: “Salibkanlah Dia!” Karena ingin memuaskan orang banyak, wali negeri Yudea itu membebaskan Barabas, dan Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan (Mrk. 15:12-15). Semua catatan sejarah abad yang sama setuju, juga tulis Flavius Yosephus, sejarawan Yahudi yang bukan pengikut-Nya: “....atas desakan para pemimpin, Yesus telah dihukum dengan cara disalibkan pada masa Pontius Pilatus”.
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Tuhan, sering kali kami berlaku tidak adil dengan menuduh sesama kami tanpa alasan. Ampunilah kesalahan kami, dan bimbinglah kami untuk melakukan setiap pekerjaan kami dengan meneladani kasih sayang-Mu, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 2: YESUS MEMANGGUL SALIB
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J      :  Ratusan tahun setelah semua peristiwa itu berlalu, Ya Kristus. Kaum Neo-Gnostik yang mengaku menerima “wahyu khusus” berkata bahwa hanya bayangan-Mu saja yang disalib, dan Engkau tak tersentuh maut.
 
P        Itu ucap mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!”. Lalu mereka menampar muka-Nya (Yoh. 19:2-3).
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Tuhan, dengan rela Kau pikul salib-Mu yang berat karena kelemahan kami. Berikanlah kami kekuatan untuk memanggul salib kami yang ringan apabila dibandingkan dengan salib-Mu yang berat.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 3: YESUS JATUH UNTUK PERTAMA KALINYA
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J      :  Lebih ekstrim, pada masa-masa yang kemudian lagi, kaum Doketisme yang tidak percaya realitas kemanusiaan-Mu, berteori bahwa orang lain yang diserupakan wajahnya untuk-Mu dan menggantikan salib-Mu.
 
P         Itu ucap mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Saat tubuh Yesus makin lemah, dan jalanan mendaki, Dia jatuh tertindih salib yang berat. Namun Yesus tidak berhenti, Dia terus berusaha melangkah, tertatih-tatih diantara para wanita yang mengiringinya namun tak kuasa untuk membantu-Nya.
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ajarlah kami untuk mengenal kelemahan kami sendiri, Ya Tuhan, dan bimbinglah kami untuk terus melangkah meneruskan perjuangan kami di tengah-tengah kecenderungan jahat dalam diri kami yang mengaburkan penglihatan kami terhadap kerahiman-Mu, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 4: YESUS BERJUMPA DENGAN BUNDA MARYAM AL-ADZRA
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J         :  Tahun 170, Lucianus dari Samosata, seorang satiris Romawi dengan kasar menyebut salib-Mu sebagai “parade kekonyolan” dan “takhayul orang bodoh” yang berpusat pada seorang bijak yang tertusuk di palang kayu di Palestina.
 
P         :  Itu ucap mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Ketika Kristus memikul salib-Nya, Bunda Maryam mendekat untuk menghibur-Nya. Inilah saat-saat hati seorang ibu laksana ditikam pedang, menyaksikan Putra terkasih-Nya memikul salib yang berat. Inilah drama cinta sesungguhnya, bukan parade kekonyolan tanpa rasa iba. Sesungguhnya”, kata Simeon kepada Bunda Maria saat Yesus kecil dipersembahkan di Bait Suci, “Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang” (Lukas 2:25-35).
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Kristus, pertemuan-Mu di jalan sengsara dengan Bunda-Mu adalah pertemuan antara kemurahan hati dan pasrah diri kepada Allah dengan dukacita seorang ibu yang ditinggalkan putra-Nya demi menebus dosa-dosa manusia. Ya Tuhan, kiranya teladan yang diberikan oleh Sayidatina Al-Adzra’, Bunda Gereja-Mu, mengajarkan kepada kami untuk menjalani pergumulan hidup untuk mendahulukan kehendak-Mu di atas ambisi kedagingan kami, sehingga kami mampu berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 5: SIMON DARI KIRENE MEMIKUL SALIB
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J       :  Ada banyak teori penggantian di kayu salib yang selalu berubah-ubah. Dari penyerupaan wajah Yesus dengan seseorang, dua atau tiga orang, hingga ada yang menyangkanya Dia telah lolos dan pergi ke India.
 
P         :  Itu ucap mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Ketika membawa Yesus, mereka menahan orang yang bernama Simon dari Kirene yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus (Luk. 23:26). Simon hanya membantu-Nya memikul salib-Nya yang berat, namun bukan menggantikan-Nya disalib. Tak seorangpun sejarawan pada zaman itu yang meragukannya: “Auctor nominis eius Christus”, tulis Tacitus sang Senator Roma, “Tibero Imperitante per procuratorem Pontium Pilatum supplicio adfectus erat” (Kristus, dari siapa asal sebutan Kristiani, disalibkan pada zaman Kaisar Teberius oleh procurator kita, Pontius Pilatus).
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Bapa kami yang ada di surga, Ajarlah kami untuk menaklukkan ketakutan dan kemarahan, dan bimbinglah kami berjalan dalam kedamaian dengan setiap orang, meneladani jalan salib Putra-Mu, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 6: WANITA SALEH MENGUSAP WAJAH YESUS
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena fakta salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J         :  Mereka berkata: “Dimanakah jejak penyaliban-Nya? Siapa yang menyaksikan-Nya? Sebab kisah salib telah banyak bercampur legenda, karena itu kami tidak percaya.
 
P         :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Ketika Kristus melanjutkan jalan salib-Nya, dalam peluh ada seorang wanita saleh yang mengusap wajah-Nya. Itu dicatat oleh sejarawan Eusebius dari Caesarea, di stasi ke-6 ini pada zamannya, ada arca wanita saleh menadahkan tangan kepada laki-laki berjubah di depannya. Wanita ini yang pernah disembuhkan Yesus dari sakit pendarahan 12 tahun, datang mengiring salib-Nya dan dengan berani mengusap wajah-Nya yang letih. Itulah cara orang pagan dari Syro-Fenisia menghormati orang yang telah menyembuhkan-Nya. Nabi Yesaya menubuatkan: “... ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. (Yes. 53:5).
 
(Hening...). Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Seperti wajah-Mu tergambar dalam kain wanita saleh untuk mengusap wajah-Mu, Ya Mukhalish, kami mohon kiranya gambar wajah-Mu terlukis dalam wajah orang-orang yang sakit dan miskin, para korban ketidakadilan, perang, penganiayaan dan kelaparan. Ajarlah kami untuk meneladani wanita saleh itu, agar dalam kesabaran, belas kasihan dan keberanian untuk menolong orang-orang yang menderita, kami berbagi dalam penderitaan sesama kami, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 7: KRISTUS JATUH UNTUK KEDUA KALINYA
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J      :  Ada juga kaum Doketis yang mengakui-Mu memang menjalani penyaliban, tetapi Engkau sama sekali tidak merasakan kesakitan, sebab hanya tampaknya saja Kristus itu manusia, padahal ia tidak benar-benar menjadi manusia.
 
P       :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Di sini, di tempat yang dahulu disebut oleh Nabi Nehemia sebagai שַׁעַר הַיְשָׁנָה Sa'ar HaShanah(atau “Gerbang Lama”, Neh. 12:39), Kristus jatuh untuk kedua kali memikul salib-Nya yang berat. Inilah penderitaan hebat yang dibayangkan Yesus sebelumnya di Taman Getsemane: “Hati-Ku amat sedih seperti mau mati rasanya” (Mrk. 14:34) “Ya Bapa”, ucap-Nya dalam doa, “....Jauhkanlah cawan ini daripada-Ku, namun jangan kehendakku yang terjadi, tetapi jadilah kehendak-Mu!” (Mark. 14:36).
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Dengan kerelaan-Mu menderita dan mati bagi kami, Ya Kristus, Engkau telah membuka saluran berkat bagi kami. Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur karena pengurbanan-Mu, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 8: WANITA-WANITA YERUSALEM MENANGISI KRISTUS
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J        :  Para rabbi di kemudian hari menulis bahwa tidak seorangpun membela Yesus si penyihir dan penyesat Israel itu. Selama 40 hari Sanhedrin mengumumkan agar setiap orang yang membela-Nya datang untuk memohonkan pengampunan bagi-Nya. Karena tidak seorangpun membela-Nya, maka Yesus telah digantung menjelang Paskah (Talmud, Traktat Sanhedrin 43a).
 
P      :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Ketika Kristus sudah dekat Golgotha, beberapa wanita dalam kerumunan meratapi-Nya. Kristus menoleh dan bersabda kepada mereka: Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!” (Luk. 23:28). Kristus menunjukkan kekhawatiran yang lebih besar kepada kaum Israel yang menolak keselamatan Ilahi ketimbang mencemaskan Diri-Nya sendiri. Sebaliknya, orang-orang yang mencintai Dia bukan tak membela-Nya, tetapi mereka yang kebanyakan hina dina itu selalu tak berdaya.
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Tuhan, jangan biarkan kami menanggapi kasih-Mu dengan pasif, malainkan ajarlah kami meneladani jalan-Mu. Jadikanlah kami penabur kasih di tengah kebencian, pembawa pengampunan di tengah dendam kesumat dan sakit hati, pembawa kepastian di tengah keraguan, dan pembawa kegembiraan di tengah dukacita dan kesedihan, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 9: KRISTUS JATUH UNTUK KETIGA KALINYA
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J       :  Pada abad IV, ada diantara kaum Gnostik berani mencatut nama Rasul Yohanes dalam “Kisah Yohanes”, untuk menyangkal realitas penderitaan Yesus. Yesus yang mereka cambuki, ejek, dan benci itu, sesungguhnya hanya bayang-bayang tanpa kenyataan.
 
P         :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Di tempat ini, tubuh Kristus begitu lemah jatuh untuk ketiga kalinya. Penderitaan-Nya yang begitu hebat ini telah dinubuatkan oleh Nabi Daud dalam Kitab Zabur: “... kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah” (Maz. 31:11).
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Allah, ada hari-hari dimana beban hidup ini sering melukai dan menyakiti kami, ketika pergumulan seakan-akan tanpa akhir, dan jiwa kami kehilangan semangat. Jangan biarkan kekuatan iblis mempengaruhi jiwa kami. Tetapi seperti kekuatan untuk lebih mengutamakan kehendak-Mu menuntun Kristus ke Kalvari, maka tuntunlah kami juga untuk meneladani jalan-Nya agar kami dapat mengalahkan kesombongan, egoisme, kemalasan, dan kecenderungan kami untuk berbuat jahat, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 10: PAKAIAN KRISTUS DITANGGALKAN
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J          :  Ada pula yang berkata: “Allah tidak mungkin menegakan hamba-Nya yang mulia dicaci dan dihina, karena menjelang penyaliban itu Yesus telah diangkat langsung ke langit tanpa mengalami penderitaan, apalagi kematian”.
 
P       :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Di puncak Golgotha, keadaan Kristus benar-benar sangat menyedihkan. Serdadu-serdadu memberikan anggur bercampur empedu, dan setelah menelanjangi-Nya, mereka bagi-bagi pakaian-Nya diantara mereka, dan membuang undi untuk jubah-Nya, seperti nubuat Raja Daud:Mereka membagi-bagikan pakaian-Ku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubah-Ku” (Yoh. 19:24, Maz. 22:19).
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Allah Pencipta langit dan bumi, ajarlah kami untuk menerima semua dengan tabah penderitaan dan kekecewaan di dunia ini. Jauhkanlah kami dari kepura-puraan, penipuan, kecurangan, dan kesombongan. Sebaliknya, ajarlah kami Ya Tuhan, untuk menghargai kejujuran dan kebenaran, serta berikanlah keberanian berbuat sesuai dengan keyakinan iman kami, apapun taruhannya, Amin.
  
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 11: KRISTUS DIPAKU DI KAYU SALIB
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J       :  Malahan ada yang berkata, “kalaupun Yesus mati sebagai utusan-Nya yang mulia, pastilah tidak mungkin mati di kayu salib. Al-Masih boleh mati dimana saja, asal tidak mati di kayu salib yang hina itu”.
 
P        :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Kematian-Nya tidak hanya dicatat dalam Alkitab, tetapi semua catatan sejarah mengabadikannya.Orang-orang Kristiani ini”, tulis Lucianus dari Samosata, “menyembah seorang pria, tokoh terkemuka yang mengenalkan ritus baru bagi mereka dan mati disalibkan karena alasan itu”. Dia harus melewati “Via Dolorosa”, seperti sabda-Nya kepada murid-murid-Nya: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu” (Luk. 22:20). Tempat ini adalah saksi bisu darah Domba Allah yang tercurah deras dari tangan dan kaki-Nya, ketika paku tajam itu tertancap pada tubuh-Nya yang lembut.
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Firman Allah yang hidup, Engkau telah dilukai karena ketidakadilan kami, dan ditombak demi dosa-dosa kami. Ampunilah kesalahan kami, berikanlah keberanian untuk menyalibkan egoisme, ketamakan, dan sikap mau menang sendiri tanpa mempedulikan kepentingan sesama kami, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 12: KRISTUS WAFAT DI KAYU SALIB
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J         :  Ada juga yang berkata, sekalipun Yesus disalibkan, tetapi tak sampai Al-Masih itu mati, hanya pingsan, lalu meloloskan diri-Nya ke benua timur.
 
P       :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Dalam puncak “Via Dolorosa”-Nya di Golgotha, Kristus masih berdoa untuk orang-orang yang menganiaya-Nya: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!” (Luk. 23:34). Dan ketika kegelapan menutupi seluruh negeri, Yesus berseru kepada Allah: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” وَلَمَّا قَالَ هَذَا أَسْلَمَ الرُّوحَ   Falamma qala hadza wa aslama ar-ruh (Dan sesudah berkata demikian, Yesus “aslam”-kan ruh-Nya, la menyerahkan nyawa-Nya) (Luk. 23:46, Arabic Bible). Yesus adalah teladan tertinggi sikap “aslam” (penyerahan diri) kepada Allah.
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Tidak ada cinta yang lebih besar daripada cinta yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya. Itulah cinta Putra-Mu kepada kami, Ya Allah. Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam Tanah dan mati ia tetap satu, tetapi jika mati justru akan menghasilkan buah yang banyak. Terima kasih untuk kasih-Mu, Ya Allah, sebab kematian-Mu telah membukakan bagi kami kehidupan yang kekal, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 13: KRISTUS DITURUNKAN DARI KAYU SALIB
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J          :  Tempat pembaringan di Gereja Kubur Suci itu hanya dongeng tanpa bukti, karena tidak tercatat dalam Kitab Suci.
 
P       :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya. Sebelum Santa Helena membangun Gereja Kubur Suci tahun 326, Peziarah Bordeaux sudah mencatat:Di sebelah kiri mirip bukit kecil di Golgotha, tempat Yesus disalibkan, di sana terdapat chrypta atau pembaringan yang digunakan membaringkan tubuh Yesus, yang kemudian dibangkitkan”. Alkitab mencatat, tubuh Kristus dan dua orang yang disalibkan bersama-Nya tidak tetap tergantung pada hari Sabat, orang-orang Yahudi mematahkan kaki dua orang yang disalibkan bersama-Nya. Tetapi ketika melihat Al-Masih telah wafat, mereka tidak mematahkan kakinya, tetapi satu dari antara para prajurit itu menombak lambung-Nya sampai mengeluarkan darah dan air.
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Tuhan, jagalah hati kami agar kami selalu sadar bahwa hidup ini sementara, dan kami pasti akan kembali kepadamu. Terima kasih, Ya Al-Masih, karena dengan kepergian-Mu kepada Bapa Surgawi, Engkau akan menyiapkan tempat bagi kami agar dimana Kau berada, kami juga berada. Kami bersyukur karena rahmat-Mu yang besar, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
Stasi 14: TUBUH KRISTUS DIMAKAMKAN
 
P         :  Ya Bapa, kami bersyukur karena salib Putra-Mu yang menebus dunia, meskipun banyak orang yang kini meragukannya.
 
P & J   :  Padahal tanpa membaca Injil pun Yesus pasti disalib, sebab sejarah dunia sezaman jelas mencatatnya:
 
J       :  Ada diantara kaum Kristiani sendiri yang skeptis, Mengapa harus sembahyang di sini?” Saya punya Golgotha yang lain”.
 
P      :  Itu kata mereka, sebab katanya bukanlah faktanya.Dari masa Kaisar Hadrian hingga Konstantin”, tulis St. Hieronimus. “selama 180 tahun telah ditempatkan patung marmer dewi Aphrodit di atas batu karang salib. Para penganiaya itu percaya bahwa mereka akan mampu menghapus iman tentang salib dan kebangkitan Kristus dengan cara menempatkan patung-patung berhala mereka”. Bahkan jauh sebelum St. Hieronimus, Melito dari Sardis (wafat 180 M) mencatat bahwa pada zamannya Golgotha terletak “di tengah jalan, di tengah kota”. Sesuai dengan Kitab Suci, Yusuf dari Arimatea meminta kepada Pilatus agar diizinkan untuk mengambil jenazah Yesus, dan Pilatus pun mengizinkannya. Nikodemus juga datang untuk mengafani tubuh Al-Masih dengan kain lenan dan rempah-rempah, sebagaimana kebiasaan Yahudi zaman itu. Dekat dengan tempat penyaliban ada taman, dan dalam taman itu ada kubur yang belum dipakai, maka mereka pun meletakkan tubuh Yesus di situ.
 
(Hening...) Marilah kita berdoa:
 
P & J  :  Ya Bapa Surgawi yang abadi, seperti Putra-Mu, kami juga akan mati dan dikuburkan kapan saja Engkau mau, dan seperti yang telah Engkau janjikan, sebagaimana Al-Masih telah bangkit pada hari ketiga dalam kemuliaan, melalui kematianNya, Engkau akan mengangkat kami dalam kehidupan dan kerajaanMu yang kekal, Amin.
 
P         :  Ya Rabbu irham! Irhamni ya Allah!
 
J          :  Tuhan, kasihanilah!
 
 
 
 
“Manger Square Hotel”
Bethlehem, 23 Desember 2019
 
2020 ¶ ISCS©All Rights Reserved
Category:  Teologi

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : INFO ZIARAH

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK