NAZARET: TERBITNYA TUNAS DI TANAH YANG KERING

Text to Speech


ET’PATAH ISCS
Jum’at, 1 Maret 2019

*) Artikel ini diambil dari Bab 2 “Renungan Ziarah ke Tanah Suci”, diterbitkan pertama oleh Penerbit Nisita Jakarta, 2003.


1. NAZARET

Karena letak geografisnya yang berada paling depan di perbatasan Zebulon, agaknya kita peroleh asal-usul nama kota ini. Menurut beberapa ahli, nama Nazaret berasal dari kata Aramaik נצרת “Natserat”, yang artinya: “menara jaga”. Tetapi ahli lain melacak asal-usulnya dari bahasa Ibrani נֵצֶר ”natser”, artinya “tunas” atau “taruk”. Namun terlepas dari penamaannya secara geografis, ketika Mat. 2:23 menyebut nubuat nabi-nabi bahwa Ia akan disebut “Orang Nasaret (Yunani: Ναζωραίος “Nazoraios”), akan lebih masuk akal apabila kita melacaknya dari nubuatan nabi-nabi, meskipun bukan kutipan harfiah, melainkan lebih merujuk tema teologis.


2. NAZARET, SANG TUNAS DAN YESUS DARI NAZARET

Berkaitan dengan hal itu, Nabi Yesaya telah menubuatkan: וְיָצָא חֹטֶר מִגֵּזַע יִשָׁי וְנֵצֶר מִשָּׁרָשָׁיו יִפְרֶה “we yatsa Ḥoter migeza’ Yishai we netser misharasau yiphreh”. Artinya: “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berubah” (Yes. 11:1). Lagi, sabda sang Nabi mengenai נֵצֶר “natser”, lebih lanjut:

ירְשׁוּ אָרֶץ נֵצֶר מטעו מַעֲשֵׂה יָדַי לְהִתְפָּאֵר הַקָּטֹן יִהְיֶה לָאֶלֶף וְהַצָּעִיר לְגוֹי עָצוּם אֲנִי יְהוָה בְּעִתָּהּ אֲחִישֶׁנָּה אֲנִי יְהוָה בְּעִתָּהּ אֲחִישֶׁנָּה.
“… yiresyu arets netser matta'u ma’aseh yadai le hitphaer, haqqaton yihyeh le eleph, wehatso’ir le goi ‘atsum. Ani Adonay be’iteh ahîshnah”.
Artinya: “…Mereka akan menjadi cangkokan (Ibrani: נֵצֶר “natser”) yang Kutanam dengan tangan-Ku sendiri, untuk memperlihatkan Keagungan-Ku. Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat. Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya” (Yes. 60:21-22).

Berdasarkan ayat-ayat yang dikutip dan ayat-ayat lain yang berhubungan, kita bisa mempelajari lebih dalam makna teologis yang lebih tentang Nazaret dan Yesus dari Nazaret:

Pertama, Sang Mesiah Putra Daud dalam nubuat Nabi Yesaya akan disebut dengan gelar Tunas (Ibrani: נֵצֶר ”natser”). Seperti Hamba TUHAN yang tidak pernah diperhitungkan orang sebelumnya (Yes. 53:2-3), demikian pula kota asal Sang Mesiah itu. Karena itu, ketika diberitakan bahwa Sang Mesiah telah datang dari Nazaret, Natanael berkata: ܡܶܢ ܢܳܨܪܰܬ݂ ܡܶܫܟ݁ܰܚ ܡܶܕ݁ܶܡ ܕ݁ܛܳܒ݂ ܢܶܗܘܶܐ “Men Natsrat meskah medem d'tab nehwe?”. “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh. 1:46). “Tetapi justru karena itu, genaplah nubuat Nabi Yesaya bahwa datangnya Sang Messiah כַשֹּׁרֶשׁ מֵאֶרֶץ צִיָּה “kashoresh me erets tsiyah”, seperti akar atau tunas dari tanah yang kering” (Yesaya 53:2).

Kedua, pada periode selanjutnya dari kehidupan Yesus menunjukkan Ia selalu dikaitkan dengan nama kota kecil yang tidak diperhitungkan ini. Pada masa Yesus hidup bersama-sama dengan para murid di bumi, orang-orang selalu menyebut Yesus dari Nazaret (Mat. 10:47; 14: 67; 16:6). Begitu pula dikayu salib dituliskan kata-kata: “Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi”, yang dituliskan dalam bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani (Yoh. 19:19), bahasa-bahasa yang mewakili peradaban dunia pada zaman itu, seolah-olah mengumumkan popularitas Nazaret, kota kecil yang sebelumnya tidak dikenal di dunia:

יֵשׁוּעַ הַנָּצְרִי מֶלֶךְ הַיְּהוּדִים
YESHUA HANATSERI MELEKH HAYEHUDIM (Ibrani).
ἸΗΣΟΥ͂Σ Ὁ ΝΑΖΩΡΑΙ͂ΟΣ Ὁ ΒΑΣΙΛΕῪΣ ΤΩ͂Ν ἸΟΥΔΑΊΩΝ.
“Iesous Ho Nazôraios Ho Basileustôn Ioudiaôn” (Yunani).
IESUS NAZARENUS REX IUDAERUM (Latin).

Itulah sebabnya di Tanah Suci ini, kita akan menjumpai salib dengan singkatan inskripsi Latin di atasnya: INRI (IESUS NAZARENUS REX IUDAEORUM), tetapi kadang-kadang pula singkatan Yunani INBI (IESOUS HO NAZÔRAIOS HO BASILEOUS TON IOUDAION). Karena semua bentuk Kekristenan di Indonesia kita warisi dari pengaruh Katolik Roma (termasuk gereja-gereja Reformasi yang berasal dari Roma), kita hanya mengenal singkatan Latin INRI. Tetapi di wilayah Palestina/Israel banyak salib model Byzantium yang berbahasa Yunani. Begitu juga akhirnya ada Salib model Koptik, Syria, Armenia, Etiopia, dan sebagainya.

Selanjutnya, selain munculnya istilah Χριστιανούς “Khristanous” (Kristen) untuk para murid Yesus di Antiokhia (Kis. 11:26), seorang pengacara bernama Tertulus yang mewakili Imam Besar Ananias, dalam Kis. 24:5 menuduh Rasul Paulus di hadapan Feliks: ܗ݈ܘ ܓ݁ܶܝܪ ܕ݁ܝܽܘܠܦ݁ܳܢܳܐ ܕ݁ܢܳܨܪܳܝܶܐ “Hu geir d'yulpana d'Natsraye” (Ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani). Kota kecil Nazaret, yang dihubungkan erat dengan Yesus tersebut, akhirnya diporakporandakan oleh operasi militer Romawi ketika menyerbu kota Jaffa yang letaknya berdekatan pada tahun 67 M.

Namun para pengikut Yesus untuk waktu yang cukup lama masih dikenal dengan sebutan itu, sehingga ketika pecah konflik terbuka dengan orang Yahudi, umat Kristen itu oleh orang-orang Yahudi masih disebut dengan istilah Ibrani: נָּצְרִים “Notsrim”, yang paralel dengan bahasa Aramaik ܒܓܒܪܐ “Nasraye”, dan dipopulerkan dalam bahasa Arab النَّاصِرِيِّينَ “An-Nâshîrîyyin” (Nasrani). Kata ini dijumpai pada tambahan שמנה עשרה “Shemoneh Esreh” (Delapan belas Berkat), bentuk Palestina, yang lebih populer disebut “Birkat Haminim” (Kutukan kaum sesat) seperti yang telah dikutip di atas.

Meskipun demikian, pada zaman sekarang seiring dengan relasi yang lebih baik antara Yahudi dan Kristen, kata הַמִּינִים “Notsrīm” (Nasrani) telah dihapus dari בִּרְכַּת הַמִּינִים “Birkat HaMinim”, hingga bentuknya yang sekarang berbunyi:

ולמלשׁינים אל תהי תקוה וכל הרשׁעה כרגע תאב, וכל א'ב'ף מהרה יכרתו, והגדים מהרה תעקר ותשׁבר ותמגר ותכניע במהרה בימינו. בגוף אתה יהוה שובר איבים ומכניע זדים.
We lamalsinīm al tehī tiqwah we khol harishah kerega’ toved we khol oivekha meherah yikaretu we hazeidīm meherah te’aqer utshaber utmageir we taknî’a bimeherah b'yameinû. Barûkh attah Adonay shover oivim umakni'a zaidĪm.
Artinya: “Dan para pengumpat kiranya tidak ada harapan, semua orang jahat semoga binasa seketika, para musuh menjadi porak poranda, dipatahkan, dihancurkan dan direndahkan segera pada masa hidup kita. Terpujilah Engkau Ya TUHAN, yang telah merendahkan musuh-musuh dan kaum yang berdosa”.


3. CATATAN PENUTUP

Semua fakta sejarah mengenai Nazaret, gelar “orang Nazaret”, Notsrim atau Nasrani di atas, dengan jelas sekali memenuhi nubuat Nabi Yesaya mengenai kota asal Sang Mesiah: וְהַצָּעִיר לְגוֹי עָצוּם הַקָּטֹן יִהְיֶה לָאֶלֶף ”haqqaton yihyeh le eleph, wehatso’ir le goi ‘atsum”. Artinya: ”Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, yang paling lemah akan menjadi ummat yang kuat” (Yes. 60:22). Nasaret yang dahulu sama sekali tidak terpandang, kini menjadi sangat termasyhur di seantero dunia. Seluruh fakta yang secara implisit tersirat dari berbagai ayat Perjanjian Lama, bagi Matius sangat jelas, seperti yang disimpulkannya secara eksplisit: “Hal itu terjadi supaya genaplah yang disampaikan oleh nabi-nabi: “Ia akan disebut Nazỏraios, ”Orang Nasaret” (Mat. 2:23).


Oleh : Dr. Bambang Noorsena
2019 © ISCS All Rights Reserved

Artikel sebelumnya tentang “Arkheologi Tanah Suci” bisa diakses di sini:
1. Tulisan pertama : http://bit.ly/2Gu409O
2. Tulisan kedua : http://bit.ly/2SpzvmQ


Tulisan ini juga bisa di akses di www.bambangnoorsena.com

Category:  Teologi

Connect with Us

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : (Menyusul)

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK