Teologi

Text to Speech

Berisi artikel-artikel mengenai Teologi milik Dr. Bambang Noorsena.

)
Pengalaman sejarah ini yang telah mengantarkan Bung Karno untuk memilih paradigma simbiotik relasi agama dan negara. Bagi Bung Karno, gagasan yang bisa kita sebut paradigma Pancasila ini, sama sekali bukan berarti mendepak agama dari penyelenggaraan negara, melainkan justru “memberikan kepada agama itu satu singgasana yang mahakuat di dalam kalbunya orang percaya” (Di bawah Bendera Revolusi, Jilid I, 1964).
Jadi, kita memilih Pancasila untuk menghindari 2 pilihan yang sama-sama buruk: “bukan negara agama”, dan “bukan negara sekuler”. Meminjam istilah Th. Van Leuwen dalam Christinity in the World History (London: Edinburg House Press, 1986:331), dengan memilih Dasar Negara Pancasila yang sila pertamanya Ketuhanan Yang Mahaesa, “a connection between the state and the religion could be maintained without the proclamation of an Islamic state” (hubungan antara negara dan agama dapat tetap dipertahankan, namun tanpa harus memproklamasikan sebuah negara Islam).
 Read More
)

Kedua insan cita itu segera bergegas bergabung, bermadah kidung memuja Sang Hyang Agung. Tema “Tautan Kronologis Bintang Bethlehem, Orang Majus dan Pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir” belum sempat dibahas lebih mendalam. Mungkin saat Perayaan دخول العائلات المقدسة إلى مصر “Dukhûl al-'Āilāt Al-Muqaddas ila Mishr” (Tibanya Keluarga Kudus di Mesir), tanggal 24 Bashan menurut kalender Koptik ANNO MARTYRI (kira-kira Juni), tema langka ini akan mereka diskusikan lagi di salah satu café “Al-Firdaus” yang nyaman untuk ngopi sembari ngalor-ngidul “olah rasa bawa rasa”.

 Read More
)
 Read More
)

Pada tahun 533 M St. DIonysius Exiguus Sang Rahib dari Roma (470-544), seorang teolog, matematikawan dan ahli astonomi, menciptakan Kalender Masehi yang kini menjadi kalender internasional. Tahun ini dikenal sebagai ANNO DOMINI/AD (Tahun Tuhan), karena dihitung setelah kelahiran Yesus, sedangkan tahun-tahun sebelumnya lebih dikenal "BEFORE CHRIST/BC (Sebelum Kristus).

 Read More
)

Sayangnya, sebagian besar penduduk negeri yang suka damai dan rindu cinta itu terlanjur hafal “tembang lawas” Andi Meriam Mattalatta: “... biarlah kujawab semua dusta. Januari, Januari yang biru...” Berbareng dengan itu, seekor elang rajawali datang membawa berita dari Efesus: “Tak usah heran, Bro. Sejak dulu Dajjal memang nggak suka Natalan”. 

 Read More
)

St. Demetrius I (Arab: البابا ديمتري الأول “Albaba Dimitri al-Awwal”), adalah Patriarkh Gereja Alexandria dan penerus yang ke-12 dari takhta suci Rasul Markus, wafat pada tahun 232. Sedangkan St. Nikolas dari Myra (yang lebih populer dikenal Santo Nikolas) seorang Uskup yang terkenal dermawan, dan salah satu dari 318 peserta konsili ekumenis di Nikea tahun 325. Konsili ekumenis (المجمع المسكونيه “al-Majma' al-Maskuniyyah” ) pertama ini, selain dengan tegas merumuskan posisi Kristus sebagai Putra (Firman) Allah “dilahirkan tidak diciptakan” ( genitum non factum), juga mengakhiri kontroversi mengenai perayaan Paskah.

on Youtube

 Read More
)

Catatan Injil ini sering dipertanyakan dalam kaitan dengan perayaan Natal: “Di daerah-daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (Luk. 2:8). Kalau kalender liturgis gereja diterima, Yesus lahir pada 25 Desember (kalender Gregorian yang dipakai gereja Katolik dan Protestan) atau pada 7 Januari (kalender Yulian yang digunakan gereja-gereja Timur), mungkinkah ada kawanan domba yang digembalakan di padang pada waktu malam di musim dingin?

on Youtube

 Read More
)

Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, bertebaran berita seputar haramnya mengucapkan selamat Natal. Selain didasarkan atas penilaian teologis sepihak yang sama sekali tidak mencerminkan keyakinan Kristiani tentang Yesus, mulai keilahian-Nya sebagai Kalimatullah (Firman Allah) dan kaitannya dengan ketritunggalan Allah yang esa (Yohanes 1:1, Matius 28:19; Markus 12:29), kini dibumbui dengan mitos-mitos anti-Natal yang ironisnya justru mula-mula dikembangkan oleh orang Kristen sendiri di Eropa sejak abad-abad modern.

 

on Youtube

 Read More

Dalam Injil Matius dan Markus, yang menekankan munculnya para mesias-mesias palsu dan nabi-nabi pendusta dijelaskan ciri-cirinya yang meniru karya Yesus Sang Mesias, yaitu mengadakan tanda-tanda dahsyat dan mukjizat demi menyesatkan kaum pilihan. Allah mengizinkan itu terjadi sampai nanti penghukuman terakhir Iblis bersama dajjal-dajjal dan nabi-nabi palsu pada waktu kedatangan Kristus kedua kali sebagai Hakim yang Adil (Mat.25:32-33; Yoh. 5:27; Kis. 7:31).

 Read More

Istilah Dajjal sangat dikenal dalam kaitannya dengan eskatologi atau pembahasan tentang akhir zaman. Ironisnya, istilah ini asing di telinga orang Kristen di Indonesia, sebaliknya lebih diakrabi umat Islam, karena tercantum dalam hadits-hadits yang meriwayatkan akan turunnya Isa Putra Maryam pada akhir zaman. Juga dalam kepustakaan Jawa pasca-Islam, sosiook Dajjal ini sangat populer di telinga orang Jawa karena tercantum dalam sejumlah naskah Jangka Jayabaya. (Tulisan Pertama dari Dua Tulisan*)

 Read More

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : INFO ZIARAH

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK