Teologi

Text to Speech

Berisi artikel-artikel mengenai Teologi milik Dr. Bambang Noorsena.

)

Semua fakta sejarah mengenai Nazaret, gelar “orang Nazaret”, Notsrim atau Nasrani di atas, dengan jelas sekali memenuhi nubuat Nabi Yesaya mengenai kota asal Sang Mesiah: וְהַצָּעִיר לְגוֹי עָצוּם הַקָּטֹן יִהְיֶה לָאֶלֶף ”haqqaton yihyeh le eleph, wehatso’ir le goi ‘atsum”. Artinya: ”Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, yang paling lemah akan menjadi ummat yang kuat” (Yes. 60:22). Nasaret yang dahulu sama sekali tidak terpandang, kini menjadi sangat termasyhur di seantero dunia. Seluruh fakta yang secara implisit tersirat dari berbagai ayat Perjanjian Lama, bagi Matius sangat jelas, seperti yang disimpulkannya secara eksplisit: “Hal itu terjadi supaya genaplah yang disampaikan oleh nabi-nabi: “Ia akan disebut Nazỏraios, ”Orang Nasaret” (Mat. 2:23).

 Read More
)

Sekarang hampir tidak ada lagi buku-buku tourisme di Israel yang menganggap Garden Tomb sebagai situs sejarah penyaliban Yesus. Bahkan buku-buku panduan rohani populer yang kini banyak dijual di Yerusalem, tidak memperhitungan Gordon's Calvary sebagai situs sejarah penyaliban Yesus, kecuali sebagai tempat ibadah yang nyaman atau sekedar untuk membayangkan "kubur kosong", yaitu bentuk kuburan zaman Yesus. Pada akhirnya, Gereja Anglikan juga tidak mengacu lagi kepada tenuan Gordon, karena nilai kesejarahan The Holy Sepulchre yang sulit terbantahkah lagi.

Gereja Lutheran, sebagai satu-satunya gereja Protestan yang beruntung karena masih kebagian kapling membangun gereja dekat situs Makam Suci, juga menyusul mengakui temuan arkheologi ini. Salah satu arkeolog yang membuktikan historisitas The Holy Sepulchre, yaitu Dr. Ute Lux, berasal dari Gereja Lutheran, yang bersama Kathleen Kenyon mengumumkan hasil penggalian arkheologisnya pada tahun 1967. Juga, Church of Christ, sebuah denominasi Protestan cukup besar di Amerika Serikat telah mendirikan gereja dekat Jaffa Gate, mengakui nilai historis Church of Holy Sepulchre.

Jadi, sebagian besar gereja Protestan di Tanah Suci mengakui gereja yang dibangun Ratu Helena itu sebagai Golgota. Sekarang ini kurang dari 20% saja kelompok Kristen, khususnya dari aliran "born again" yang tetap mempertahankan Gordon's Calvary, bukan karena alasan historis dan arkheologis, tetapi lebih karena bisikan subjektif dari "alam roh". "Kami tidak berani claim ini adalah Golgota", kata pemandu dari The Garden Tomb Association kepada setiap peziarah, seraya menunjukkan foto hitam putih Gordon's Calvary 100 tahun silam yang mirip tengkorak, "kami hanya claim Yesus sudah bangkit. Dia tidak ada lagi di sini". Tampaknya sangat rohani, sayangnya malas berfikir.

 Read More
)
 Read More
)
Para peziarah rohani ke Tanah Suci Israel sering kali dibuat bingung, karena ketika mengunjungi Golgotha, tempat penyaliban Yesus, seakan-akan harus memilih “dua versi” yang berbeda, yaitu:
Pertama, Gereja Kebangkitan Kristus (Yunani: Ναὸς τῆς Ἀναστάσεως “Naos tes Anastaseos”, Arab: كنيسة القيامة “Kanīsah al-Qiyāmah”, Latin: “Ecclesia Sancti Sepulchri”, Ibrani: כנסיית הקבר‎, “Knesiyat HaQever”), yang juga dikenal sebagai Gereja Makam Kudus (The Holy Sepulchre). Gereja ini dibangun di atas situs yang sangat kuno, dan telah dicatat oleh Melito dari Sardis (wafat tahun 180), Eusebius dari Caisarea (260-340), St Hieronimus (347-420) dan catatan-catatan sejarah lain yang sezaman.
Kedua, “The Garden Tomb” (Taman Makam), yang baru sejak tahun 1883 dijadikan sebagai tempat ibadah dan refleksi Kristen oleh sebuah yayasan Kristen yang berpusat di Inggris, yaitu The Garden Tomb Association. Taman Makam yang baru ditemukan setelah zaman perang Diponegoro ini, semula hanya dikunjungi oleh gereja Anglikan, tetapi sekarang lebih populer di kalangan peziarah yang lebih luas, khususnya para peziarah rohani dari Indonesia.

Padahal menurut arkeolog Paul Lawrence, yang bukunya sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, Atlas dan Sejarah Alkitab (Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 2016), Taman Makam temuan Gordon telah dibuktikan bukan kuburan dari zaman Yesus, melainkan dari zaman kerajaan Yehuda, kira-kira abad VII SM. Karena hanya sebagian kecil aliran Protestan yang mengakui Garden Tomb, maka menyebut kedua tempat tersebut sebagai versi Katolik-Ortodoks vs. versi Protestan, seperti opini para peziarah Indonesia, adalah sama sekali tidak benar.
 Read More
)
Sekecil apapun yang saya lakukan, sejak tahun 1996, saya "melawan arus" untuk menentang pengaburan sejarah, khususnya yang berkaitan dengan tempat-tempat Ziarah di Tanah Suci. Pada waktu itu tidak banyak orang Indonesia yang peduli dengan apa yang saya lakukan.

Pada bulan Desember 2017 "Holy Land Biblical Trip" yang saya pimpin mendapat penghargaan dari Israel's Nature Reserves and Nation Al Parks, karena mengunjungi situs-situs arkheologi yang sangat jarang dikunjungi, yaitu situs-situs Alkitab yang didasarkan hasil penggalian arkheologi yang serius, bukan sekedar tempat-tempat yang nyaman untuk berdevosi.
إِنَّ التاريخ الملئ بالأدلة هو صديق لالإيمان الملئ بالتضحيات
Inna at-Tārīkh al-muli'u bi al-adilāt huwa shadīqu li al-īmān al-muli'i bi at-tadhḥiyāt
Sesungguhnya sejarah yang penuh dengan bukti adalah mitra Iman yang penuh dengan bakti.
 Read More
)

Tentu saja, ada beragam sikap orang dalam menganggapi kisah mukjizat ini, khususnya di era sekarang. "Para penulis Muslim", tulis Aziz S. Atiya selanjutnya, "seperti Ahmad Zaki Basha dan 'Abdullah 'Enan, menolak kisah mukjizat ini". Meskipun tidak menulis terjadinya mukjizat Muqatam, penulis Muslim Muhammad Suheil dalam تاريخ الفطميين "Tarikh al-Fathimiyyin" (2015:338), mencatat bahwa Al-Mu'iz sendiri mengawasi langsung pembangunan Gereja "Abu Sifain" dan Gereja "Al-Mua'alaqah", karena sekelompok kaum Muslim Sunni yang menghalang-halangi pembangunan kedua gereja tersebut.

Sejarah mencatat, Kalifah Al-Muiz li Dinillah meninggal di Cairo, pada tanggal 11 Rabi' al-Akhir 365 H/18 Desember 975 M. "Abu Manshur Nizar, putra mahkota. yang meggantikan takhtanya, selama delapan bulan tidak mengumumkan kematian ayahnya", tulis Muhammad Suheil Thaqqusy. Mengapa? Tidak ada catatan sejarah tentang hal itu. Namun seandainya tradisi Ortodoks Koptik yang sekilas kita kutip benar, maka kebijakan Al-Aziz Billah tersebut dengan mudah bisa dijelaskan. Barangkali karena pertimbangan stabilitas politik, karena Kalifah Al-Mu'iz li Dinillah telah wafat di sebuah biara sebagai seorang pengikut Kristus.

 Read More
)
Pengalaman sejarah ini yang telah mengantarkan Bung Karno untuk memilih paradigma simbiotik relasi agama dan negara. Bagi Bung Karno, gagasan yang bisa kita sebut paradigma Pancasila ini, sama sekali bukan berarti mendepak agama dari penyelenggaraan negara, melainkan justru “memberikan kepada agama itu satu singgasana yang mahakuat di dalam kalbunya orang percaya” (Di bawah Bendera Revolusi, Jilid I, 1964).
Jadi, kita memilih Pancasila untuk menghindari 2 pilihan yang sama-sama buruk: “bukan negara agama”, dan “bukan negara sekuler”. Meminjam istilah Th. Van Leuwen dalam Christinity in the World History (London: Edinburg House Press, 1986:331), dengan memilih Dasar Negara Pancasila yang sila pertamanya Ketuhanan Yang Mahaesa, “a connection between the state and the religion could be maintained without the proclamation of an Islamic state” (hubungan antara negara dan agama dapat tetap dipertahankan, namun tanpa harus memproklamasikan sebuah negara Islam).
 Read More
)

Kedua insan cita itu segera bergegas bergabung, bermadah kidung memuja Sang Hyang Agung. Tema “Tautan Kronologis Bintang Bethlehem, Orang Majus dan Pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir” belum sempat dibahas lebih mendalam. Mungkin saat Perayaan دخول العائلات المقدسة إلى مصر “Dukhûl al-'Āilāt Al-Muqaddas ila Mishr” (Tibanya Keluarga Kudus di Mesir), tanggal 24 Bashan menurut kalender Koptik ANNO MARTYRI (kira-kira Juni), tema langka ini akan mereka diskusikan lagi di salah satu café “Al-Firdaus” yang nyaman untuk ngopi sembari ngalor-ngidul “olah rasa bawa rasa”.

 Read More
)
 Read More
)

Pada tahun 533 M St. DIonysius Exiguus Sang Rahib dari Roma (470-544), seorang teolog, matematikawan dan ahli astonomi, menciptakan Kalender Masehi yang kini menjadi kalender internasional. Tahun ini dikenal sebagai ANNO DOMINI/AD (Tahun Tuhan), karena dihitung setelah kelahiran Yesus, sedangkan tahun-tahun sebelumnya lebih dikenal "BEFORE CHRIST/BC (Sebelum Kristus).

 Read More

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : INFO ZIARAH

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK