THE ORIGIN OF DAJJAL: DARI SYRO-ARAMAIK KE BAHASA ARAB

Text to Speech

 

(Tulisan Pertama dari Dua Tulisan*)

*) Disajikan dalam "Bincang-bincang Budaya" yang diselenggarakan Institute for Syriac Culture Studies (ISCS) di Surabaya, 26 Oktober 2018.

 

1. CATATAN AWAL
Istilah Dajjal sangat dikenal dalam kaitannya dengan eskatologi atau pembahasan tentang akhir zaman. Ironisnya, istilah ini asing di telinga orang Kristen di Indonesia, sebaliknya lebih diakrabi umat Islam, karena tercantum dalam hadits-hadits yang meriwayatkan akan turunnya Isa Putra Maryam pada akhir zaman. Juga dalam kepustakaan Jawa pasca-Islam, sosiook Dajjal ini sangat populer di telinga orang Jawa karena tercantum dalam sejumlah naskah Jangka Jayabaya.

Padahal istilah Arab دجال "Dajjal" adalah kata serapan dari bahasa Syro-Aramaik ܕܓܠܐ "daggala", atau bentuk lengkapnya المسيح الدجّال‎ "Al-Masīḥ ad-Dajjāl" berasal dari ܡܫܝܚܐ ܕܓܠܐ "Mshīḥa Dagalā", yang
artinya "Mesias palsu" atau "Anti Mesias". Syro-Aramaik adalah perkembangan dari bahasa Aramaik, bahasa sehari-hari Sang Kristus, Bunda-Nya yang terberkati dan para rasul-Nya yang mulia.

2. THE ORIGIN OF DAJJAL: ASAL-USUL KATA "DAJJAL"
Istilah ܕܓܠܐ "Dagalā" berasal dari akar kata ܪܓܠ "d-g-l", yang berarti "palsu", "penipu", "pembohong" atau "pendusta". Bertitik tolak dari makna ganda ini, apabila dikaitkan dengan ܡܫܺܝܚܳܐ "Mshīḥa" (Sang Mesias), kata ܕܓܠܐ "Dagalā" dalam bahasa Yunani-koine bisa bermakna ψευδοχριστοι, "Pseudo-Khristoi", yang artinya Mesias-mesias palsu (Mat. 24:24; Mrk. 13:22), maupun ἀντίχριστοι "Anti Khristoi", yang artinya "para anti Kristus" (1 Yoh. 2:18; 22, 4:3 dan 2 Yoh. 1:7.

Perlu dicatat pula, ܕܓܠܐ "Dagalā" sebagai "kata-kata asli Yesus" (Ipsisima fox Iesu) ini, telah disalin ke dalam teks asli Perjanjian Baru menjadi ψευδο "pseudo" (palsu), ternyata hanya 2 kali muncul dalam Perjanjian Baru, dipakai dalam bentuk jamak (Mat. 24:24 dan Mrk. 13:22). Sedangkan ܕܓܠܐ "dagalā" disalin menjadi ἀντί "anti" (lawan) muncul 5 kali, yaitu 1 kali dalam bentuk jamak ἀντίχριστοι "Anti Khristoi" (banyak anti Kristus) dalam (1 Yoh. 2:18, dan 4 kali dalam bentuk tunggal ἀντίχριστος "Anti Khristoi" (anti Kristus) dalam 1 Yoh. 2:18; 22;4:3 dan 2 Yoh. 1:7.

Jadi, ada 2 bentuk jamak untuk kata "Anti Kristus" dalam bahasa Yunani, yaitu κριστοι "Pseudo-Khristoi" (Mat. 24:24, "Mesias-mesias palsu") dan ἀντίχριστοι "Antikhristoi" (1 Yoh. 2:18, "banyak Anti Kristus"), keduanya dalam Peshitta disebut ܡܫܺܝܚܶܐ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܶܐ "Mešhīhē Daggālē". Mereka adalah kaum yang melawan Mesias dan ajaran-ajaran-Nya. Kecuali dalam Mrk. 13:22, bentuk jamak ψευδοκριστοι "Pseudo-Khristoi" dalam Peshitta sepadan dengan ܡܫܺܝܚܶܐ ܕ݁ܕ݂ܰܓ݁ܳܠܽܘܬ݂ܳܐ "Mešhīha D'daggāluta" (para penentang Mesias), maknanya tidak berbeda.

Satu-satunya kasus, sekali saja istilah Yunani ἀντίχριστος "Antikhristos", dipertahankan dalam teks Peshitta, 2 Yoh. 1:7, yang hanya dialihaksarakan dalam aksara Syro-Aramaik menjadi ܐܢܛܝܟܪܝܣܛܘܣ "Anti Kristus". Istilah ini dalam bentuk tunggal ܕܓܠܐ "Mshīḥa Daggalā" (1 Yoh. 2:18) sering ditafsirkan dalam makna eskatologis, yang merujuk kepada sosok tunggal المسيح الدجّال‎ "Al-Masīḥ ad-Dajjāl" eskatologi.

Sedangkan istilah jamak ܡܫܺܝܚܶܐ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܶܐ "Mešhīhē Dagālē" (Mat. 24:24; 1 Yoh. 2:18) maupun ܡܫܺܝܚܶܐ ܕ݁ܕ݂ܰܓ݁ܳܠܽܘܬ݂ܳܐ "Mšhīha D'dagalūta" (Mrk. 13:22) digunakan untuk menyebut ajaran-ajaran palsu, yaitu dajjal-dajjal historis yang sudah ada sejak zaman para rasul, hingga saatnya ܕ݁ܳܐܬ݂ܶܐ ܡܫܺܝܚܳܐ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܳܐ "d'ata Mshīḥa Dagalā" (1 Yoh. 2:18, "seorang antikristus akan datang") pada akhir zaman.

Karena itu, dalam Alkitab terjemahan bahasa Arab selain dikenal المسيح الدجّال‎ "Al-Masīḥ ad-Dajjāl" (antikristus) dalam bentuk tunggal, dikenal bentuk jamaknya مُسَحَاءُ دَجَّالُونَ "Musāḥa'u dajjālūn" (banyak antikristus), seperti dalam kedua ayat di bawah ini:

يا أبنائي الصّغارُ، جاءَتِ السّاعَةُ الأخيرَةُ. سَمِعتُم أنّ مَسيحًا دَجّالاً سيَجيءُ، وهُنا الآنَ كثيرٌ مِنَ المُسَحاءِ الدجّالينَ. ومِنْ هذا نَعرِفُ أنّ السّاعَةَ الأخيرَةَ جاءَت. 
Yā abnā'ī al-shighar jā'ati al-sā'atu al-akhīrat, sami'tum anna masīḥan dajjālan sayajī'u, wa huna al-āna katsiru min al-musaḥā'ī al-dajjālīna wa min hadzā ya'rifu anna as-sā'ata al-akhīrata jā'at.
Artinya: "Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, kamu telah mendengar bahwa seorang Masīḥ Dajjāl akan datang, dan sekarang ini telah datang banyak masīḥ dajjāl, dan darι itu kita mengetahui bahwa waktu terakhir sudah tiba" (1 Yoh. 2:18, Good News Arabic Bible).

فمَنْ هوَ الكذّابُ إلاّ الذي يُنكِرُ أنّ يَسوعَ هوَ المَسيحُ. هذا هوَ الْمَسِيحُ الدجّال‎ الذي يُنكِرُ الآبَ والاَبنَ معًا. 
Faman huwa al-kadzābu illa lladzī yunkiru anna Yasū'a huwa al-Masīḥu, hadzā Al-Masīḥ ad-Dajjāl, alladzī yunkiru al-Aba wa al-ibna ma'an.
Artinya: "Dan siapakah pendusta itu kecuali dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia adalah Al-Masīḥ ad-Dajjāl", yang menyangkal baik Bapa maupun Putra sekaligus" (1 Yoh. 2:22, Good News Arabic Bible).

2. "AYAT-AYAT DAJJAL": CIRI-CIRI ANTI KRISTUS
2.1. ψευδο "PSEUDO" : MENIRU UNTUK MENYESATKAN

 ܢܩܽܘܡܽܘܢ ܓ݁ܶܝܪ ܡܫܺܝܚܶܐ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܶܐ ܘܰܢܒ݂ܺܝܶܐ ܕ݁ܟ݂ܰܕ݁ܳܒ݂ܽܘܬ݂ܳܐ ܘܢܶܬ݁ܠܽܘܢ ܐܳܬ݂ܘܳܬ݂ܳܐ ܪܰܘܪܒ݂ܳܬ݂ܳܐ ܐܰܝܟ݂ ܕ݁ܢܰܛܥܽܘܢ ܐܶܢ ܡܶܫܟ݁ܚܳܐ ܐܳܦ݂ ܠܰܓ݂ܒ݂ܰܝܳܐ ܀
N’qûmûn geir Mešhīhē Dagālē wa Nbiyē d’kaddābūtā, wnittlūn ātrātā wa urbātā eik dnat’ūn meshkḥā ap lagvayyā.
Artinya: "Sebab mesias-mesias palsu (Mešhīhē Daggālē) dan nabi-nabi pendusta akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga" (Mat. 24:24).

 ܢܩܽܘܡܽܘܢ ܓ݁ܶܝܪ ܡܫܺܝܚܶܐ ܕ݁ܕ݂ܰܓ݁ܳܠܽܘܬ݂ܳܐ ܘܰܢܒ݂ܺܝܶܐ ܕ݁ܟ݂ܰܕ݁ܳܒ݂ܽܘܬ݂ܳܐ ܘܢܶܬ݁ܠܽܘܢ ܐܳܬ݂ܘܳܬ݂ܳܐ ܘܬ݂ܶܕ݂ܡܪܳܬ݂ܳܐ ܘܢܰܛܥܽܘܢ ܐܶܢ ܡܶܫܟ݁ܚܳܐ ܐܳܦ݂  ܠܰܓ݂ܒ݂ܰܝܳܐ ܀
N’qûmûn geir Mšhīḥē d'Dagalūta wa Nbiye d’kadābūtā, wnetlūn ātwatā wtedmrātā wnatūn en meshkḥa ap lagvayyā. Artinya: "Sebab mesias-mesias palsu (Mšhīḥē d'Dagāluta) dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat, sehingga sekiranya mungkin dengan maksud, menyesatkan orang-orang pilihan" (Mrk. 13:22).

Dalam Injil Matius dan Markus, yang menekankan munculnya para pseudo-Mesias, dijelaskan ciri-ciri Dajjal yang meniru karya Kristus, yaitu mengadakan tanda-tanda dahsyat dan mukjizat demi menyesatkan kaum pilihan. Allah mengizinkan itu terjadi sampai nanti penghukuman terakhir Iblis bersama dajjal-dajjal dan nabi-nabi palsu pada waktu kedatangan Kristus kedua kali sebagai Hakim yang Adil (Mat.25:32-33; Yoh. 5:27; Kis. 7:31).

Mewaspadai penyesatan Dajjal itu, Yesus juga sudah mengingatkan dengan sabda-Nya:
 ܐܶܢ ܗܳܟ݂ܺܝܠ ܢܺܐܡܪܽܘܢ ܠܟ݂ܽܘܢ ܗܳܐ ܒ݁ܚܽܘܪܒ݁ܳܐ ܗܽܘ ܠܳܐ ܬ݁ܶܦ݁ܩܽܘܢ ܐܰܘ ܕ݁ܗܳܐ ܒ݁ܬ݂ܰܘܳܢܳܐ ܗܽܘ ܠܳܐ ܬ݁ܗܰܝܡܢܽܘܢ
En hakil namrūn likūn b'hūrba hū lā t'epqūn au d'hā b'tawanā hū lā t'haimnūn.
Artinya: "Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya" (Mat. 24:26).

2.2. ἀντί "ANTI": MELAWAN, MEMUSUHI
Kalau dalam Injil Matius dan Markus, kata ܕܓܠܐ "dagalā" dimaknai sebagai "pseudo", yaitu tiruan untuk menyesatkan, surat-surat Yohanes memaknainya sebagai "anti", yaitu "melawan", "memusuhi" dan "mengingkari" Yesus sebagai Kristus (1 Yoh. 2:22), telah datang sebagai manusia (1 Yoh. 4:3; 2 Yoh. 1:7), tidak percaya kepada Yesus sebagai Putra Allah dan tidak menuruti perintah-Nya (1 Yoh. 3:23-24), serta menolak bahwa Ia telah datang dengan darah (1 Yoh. 5:6), yaitu penebusan melalui kematian-Nya di kayu salib.

Karena itu, Yokhanan Shliha (Rasul Yahya) menasehati anak-anak rohaninya demikian:
 ܒ݁ܢܰܝ ܙܰܒ݂ܢܳܐ ܗܽܘ ܐ݈ܚܪܳܝܳܐ ܘܰܐܝܟ݂ ܡܶܕ݁ܶܡ ܕ݁ܰܫܡܰܥܬ݁ܽܘܢ ܕ݁ܳܐܬ݂ܶܐ ܡܫܺܝܚܳܐ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܳܐ ܘܗܳܫܳܐ ܗܘܰܘ ܠܗܽܘܢ ܣܰܓ݁ܺܝܶܐܐ ܡܫܺܝܚܶܐ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܶܐ ܘܡܶܢ ܗܳܕ݂ܶܐ ܝܳܕ݂ܥܺܝܢܰܢ ܕ݁ܙܰܒ݂ܢܳܐ ܗܽܘ 
Bnaī zabnā hū ahrayā w'aik medem d'ashma'tūn d'atā Mshīḥā Dagalā w'hashā hwaū lehūn sagiye Mšhīḥē Dagalē hadē yadinan d'zbanā ahrayā.
Artinya: "Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang Mshīḥā Dagalā (anti Kristus) akan datang,
sekarang telah bangkit Mšhīḥē Dagalē
(banyak anti Kristus). Itulah tandanya, waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir" (1 Yoh. 2:18).

2.3. KAFIR: KAPAR (ܟ݂ܳܦ݂ܰܪ), KAFARA (كُفْر),  MENUTUP, MENYANGKAL
Selain dajjal-dajjal itu bersifat "Anti Kristus", sesuai dengan makna istilah itu sendiri, Alkitab juga menjelaskan mereka menyangkal Yesus sebagai Mesias, seperti tertulis: 

ܡܰܢܽܘ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܳܐ ܐܶܠܳܐ ܐܶܢ ܐܰܝܢܳܐ ܕ݁ܟ݂ܳܦ݂ܰܪ ܕ݁ܝܶܫܽܘܥ ܠܳܐ ܗ݈ܘܳܐ ܡܫܺܝܚܳܐ ܗܳܢܳܐ ܗܽܘ ܡܫܺܝܚܳܐ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܳܐ ܗܰܘ ܕ݁ܟ݂ܳܦ݂ܰܪ ܒ݁ܰܐܒ݂ܳܐ ܟ݁ܳܦ݂ܰܪ ܐܳܦ݂ ܒ݁ܰܒ݂ܪܳܐ ܀
Manū dagalā elā en ainā d'kapar d'Yeshua lā hwā Mshīḥā, hana hū Mshīḥā Dagalā haū d'kapar b'Abā kapar Ap b'Brā.
Artinya: "Siapakah Dajjal itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah Al-Masīḥ ad-Dajjāl", yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Putra" (1 Yoh. 2:22).

Kata Syro-Aramaik yang diterjemahkan "menyangkal" adalah ܟܦܪ "kapar", yang seakar dengan kata Arab كُفْر  يكفر كُفْرَان "kafara", "yakfuru", "kufrān", yang artinya "menutup", "mengingkari". Jadi, salah satu ciri Dajjal adalah كافر "kafir", karena ܕ݁ܟ݂ܳܦ݂ܰܪ ܕ݁ܝܶܫܽܘܥ ܠܳܐ ܗ݈ܘܳܐ "d'kapar d'Yeshua lā hwā Mshīḥā" (menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias). Pada zaman rasuli, kaum Gnostik yang menyangkal bahwa Firman Allah telah sungguh-sungguh menjadi manusia, termasuk diantara para dajjal generasi awal, seperti disebutkan dalam surat pertama Sang Rasul:

 ܒ݁ܗܳܕ݂ܶܐ ܡܶܬ݂ܝܰܕ݂ܥܳܐ ܪܽܘܚܶܗ ܕ݁ܰܐܠܳܗܳܐ ܟ݁ܽܠ ܪܽܘܚܳܐ ܕ݁ܡܰܘܕ݁ܝܳܢ ܕ݁ܝܶܫܽܘܥ ܡܫܺܝܚܳܐ ܐܶܬ݂ܳܐ ܒ݁ܰܒ݂ܣܰܪ ܡܶܢ ܐܰܠܳܗܳܐ ܗ݈ܝ ܀
B'Hadā metyad'a rūḥeh d'Alahā kul rūḥā d'mawdyan d'Yeshūa Mšhīḥā atta b'bsar min Alahā.
Artinya: "Demikianlah kita mengenal Roh Allah, yaitu setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia adalah berasal dari Allah" (1 Yoh. 4:2).

 ܘܟ݂ܽܠ ܪܽܘܚܳܐ ܕ݁ܠܳܐ ܡܰܘܕ݁ܝܳܐ ܕ݁ܝܶܫܽܘܥ ܐܶܬ݂ܳܐ ܒ݁ܰܒ݂ܣܰܪ ܠܰܝܬ݁ܶܝܗ ܡܶܢ ܐܰܠܳܗܳܐ. ܐܶܠܳܐ ܗܳܕ݂ܶܐ ܡܶܢ ܡܫܺܝܚܳܐ ܗ݈ܝ ܕ݁ܰܓ݁ܳܠܳܐ ܗܰܘ ܕ݁ܰܫܡܰܥܬ݁ܽܘܢ ܕ݁ܳܐܬ݂ܶܐ ܘܗܳܫܳܐ ܒ݁ܥܳܠܡܳܐ ܐܺܝܬ݂ܰܘܗ݈ܝ ܡܶܢ ܟ݁ܰܕ݁ܽܘ܀
We kul rūḥā d'lā mawdyā d'Yeshua etā b'bsar laytih min Alahā ela hadā min Mšhīḥā hū dagalā, haw dashma'tūn d'etē w'hashā b'alma ītauhī kedū.
Artinya: "Dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus telah datang sebagai manusia, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalamnya" (1 Yoh. 4:3)

 ܡܶܛܽܠ ܕ݁ܣܰܓ݁ܺܝܶܐܐ ܡܰܛܥܝܳܢܶܐ ܢܦ݂ܰܩܘ ܒ݁ܶܗ ܒ݁ܥܳܠܡܳܐ ܐܰܝܠܶܝܢ ܕ݁ܠܳܐ ܡܰܘܕ݁ܶܝܢ ܕ݁ܝܶܫܽܘܥ ܡܫܺܝܚܳܐ ܐܶܬ݂ܳܐ ܒ݁ܰܒ݂ܣܰܪ ܗܳܢܳܐ ܐܺܝܬ݂ܰܘܗ݈ܝ ܡܰܛܥܝܳܢܳܐ ܘܰܐܢܛܺܝܟ݂ܪܺܝܣܛܳܘܣ ܀
Metul d'sagīyē matyanē npaqū beh b'almā ailīn d'elā mawdīn d'Yeshū Mšhīḥā b'bsar, hana ītauhī matyanā wa antikrīstūs.
Arrinya: "Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus" (2 Yoh. 1 :7).

3. CATATAN AKHIR
Dalam rangka mewaspadai dajjal-dajjal yang ciri-cirinya telah diuraikan di atas, kaum mukminin harus memedomsni kiat-kiat rasuli, antara lain sebagai berikut:

3.1. TINGGAL DI SINI. Kita harus selalu tinggal ajaran Kristus, seperti yang kita terima secara tanpa putus dari ajaran rasuli  ܘܰܐܢ݈ܬ݁ܽܘܢ ܡܶܕ݁ܶܡ ܕ݁ܰܫܡܰܥܬ݁ܽܘܢ ܡܶܢ ܩܕ݂ܺܝܡ ܢܩܰܘܶܐ ܠܘܳܬ݂ܟ݂ܽܘܢ "W'atūn medem d'ashma'tūn men qdīm nqawē lwatkūn" "Dan apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu" (1 Yoh. 2:24).

3.2. JANGAN KE SANA. Berdasarkan sikap iman ini kita tidak melangkah keluar dari ajaran Kristus (2 Yoh. 1:9). Sikap yang sama dijarkab Yesus ketika ada orang berkata: "Lihat, Mesias ada di padang gurun!", sabda Yesus: ܠܳܐ ܬ݁ܶܦ݁ܩܽܘܢ "Lā t'epqūn". "Jangan pergi situ!" (Mat. 24:26).

3.3. JANGAN PERCAYA. Selanjutnya, apabila asa orang berkata: "Lihat, Ia ada di dalam bilik!", maka sabda Yesus: ܠܳܐ ܬ݁ܗܰܝܡܢܽܘܢ "lā t'haimnūn". "Jangan kamu percaya!" (Mat. 24:26). Bukan hanya tidak percaya, tetapi harus menguji setiap ajaran: ܠܳܐ ܠܟ݂ܽܠ ܪܽܘܚܺܝܢ ܬ݁ܗܰܝܡܢܽܘܢ ܐܶܠܳܐ ܗܘܰܝܬ݁ܽܘܢ ܦ݁ܳܪܫܺܝܢ ܪܽܘܚܶܐ ܐܶܢ ܡܶܢ ܐܰ‌ܠܳܗܳܐ "Lā likul rūḥīn t'haimnūn ela parshsīn rūḥē en min Alahā". "Janganlah percaya akan setiap Roh, tetapi ujilah Roh-Roh itu apakah mereka berasal dari Allah" (1 Yoh. 4:3).

3.4. TAK PERLU DIAJAR YANG LAIN. Apa yang diterima oleh pengikut Mesias dari mulanya, bukan hanya dibuktikan dari "mata rantai suksesi rasuli" dari saksi-saksi mata, tetapi juga berdasarkan pengurapan ilahi: "Sebab dalam diri kamu ada pengurapan yang telah kamu terima daripada-Nya" (1Yoh. 2:27). Tampak ada intonasi berdasarkan permainan kata ܡܫܺܝܚܽܘܬ݂ܳܐ "mshīḥūta" (pengurapan) dan ܡܫܺܝܚܳܐ "Mshīḥa" (Sang Mesias, "Dia Yang Diurapi"). Karena itu ܠܳܐ ܣܢܺܝܩܺܝܢ ܐܢ݈ܬ݁ܽܘܢ ܕ݁ܐ݈ܢܳܫ ܢܰܠܶܦ݂ܟ݂ܽܘܢ "Lā snīqīn antūn d'nash nalepkūn". "Tidak perlu kamu diajar oleh orang lain" (1 Yoh. 2:27).


"MERDEKA !!" 
Oleh : Dr. Bambang Noorsena
2018 © ISCS All Rights Reserved

Category:  Teologi

Connect with Us

Ziarah ke Tanah Suci bersama Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk tour ziarah ke Tanah Suci Israel bersama Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

087771659955 (Bu Dini - WA/Call)

085859042229 (Bu Shafa - WA/Call)

Info flyer untuk jadwal ziarah berikutnya dapat dilihat di link berikut ini : (Menyusul)

Pemesanan Buku Dr. Bambang Noorsena

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Buku-Buku Karya Bapak Dr. Bambang Noorsena dapat menghubungi Contact Person di bawah ini :

085859042229 (Bu Shafa Erna Noorsena) 

Judul Buku yang Tersedia : ORDER BOOK